Selasa, 08 Sep 2020 08:31 WIB

Pertama Kalinya, China Tampilkan Vaksin Corona di Pameran Dagang

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
BEIJING, CHINA - SEPTEMBER 05:  A booth displaying Chinas Sinovac Biotech Ltd. shows a COVID-19 vaccine candidate during the 2020 China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) at Beijing Olympic Park on September 5, 2020 in Beijing, China. As China recovers from the COVID-19 epidemic, about 2,000 Chinese and foreign enterprises will participate and showcase their newest technology in public health and digital technology in the China International Fair for Trade in Services.  (Photo by Lintao Zhang/Getty Images) Pertama kalinya, vaksin Corona China dipamerkan di pameran dagang. (Foto: Getty Images/Lintao Zhang)
Jakarta -

Pertama kalinya China memamerkan vaksin Corona di pameran dagang. Vaksin Corona ini menjadi harapan banyak orang usai pertama kali kasus Corona dilaporkan muncul di Wuhan, China.

Dikutip dari Straits Times, vaksin Corona ini dipamerkan di pameran perdagangan Beijing minggu ini. Kandidat vaksin Corona yang dipamerkan merupakan produksi perusahaan China Sinovac Biotech dan Sinopharm.

Kedua jenis vaksin dalam kemasan botol kecil tersebut sukses menarik perhatian pengunjung. Pada hari Senin (7/9/2020), orang-orang di pameran perdagangan berkerumun di sekitar stan yang menunjukkan vaksin tersebut.

Vaksin Sinovac dan Sinopharm kini berada pada tahap uji klinis fase tiga. Bila terbukti manjur dan efektif, vaksin ini akan diajukan kepada otoritas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan izin edar.

Seorang perwakilan Sinovac mengatakan perusahaannya telah menyelesaikan 'pembangunan pabrik vaksin' yang mampu memproduksi 300 juta dosis setahun.

Pada bulan Mei, Presiden Xi Jinping berjanji untuk membuat vaksin potensial yang dikembangkan oleh China bisa diakses di dunia.

Vaksin potensial yang dipamerkan termasuk di antara hampir 10 vaksin di seluruh dunia yang memasuki uji coba fase ketiga. Sinopharm mengatakan pihaknya mengantisipasi antibodi pada vaksin mereka untuk bertahan antara satu dan tiga tahun, meskipun hasil akhirnya hanya akan diketahui setelah uji coba.

Global Times, bulan lalu melaporkan bahwa 'harga vaksin Corona tidak akan tinggi'. "Setiap dua dosis vaksin Corona harus berharga di bawah 1.000 yuan (US $ 200), atau di bawah 2 juta rupiah," kata laporan itu, mengutip ketua Sinopharm, yang mengatakan kepada media bahwa dia telah disuntik dengan salah satu kandidat vaksin.

Kantor berita resmi China, Xinhua. melaporkan pada hari Senin, bahwa kandidat vaksin lain, yang dikembangkan oleh para ilmuwan China, dapat mengatasi mutasi pada virus Corona.

Pada bulan lalu, setidaknya 5,7 miliar dosis vaksin yang sedang dikembangkan di seluruh dunia telah dipesan sebelumnya. Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa imunisasi luas terhadap COVID-19 mungkin tidak akan diberlakukan sampai pertengahan tahun depan.



Simak Video "BPOM Sebut Tak Ada Efek Samping Berat pada Relawan Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)