Selasa, 08 Sep 2020 20:36 WIB

Tak Semua Pasien Sembuh COVID-19 Bisa Donor Plasma Darah, Ini Kriterianya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Terapi plasma darah ramai diperbincangkan masyarakat. Donor plasma darah dari pasien sembuh COVID-19 disebut dapat bantu penyembuhan pasien Corona lainnya. Terapi plasma darah tengah dikembangkan untuk mengatasi virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/Alexander Hassenstein)
Jakarta -

Uji klinis terapi plasma darah untuk pengobatan COVID-19 akan dilakukan di Indonesia. Namun, tak semua pasien Corona yang sudah sembuh dapat mendonorkan darahnya.

Hal ini karena adanya perbedaan kadar antibodi dalam beberapa pasien Corona. Maka dari itu, hanya pasien yang memenuhi kriteria saja yang dapat mendonorkan darahnya.

"Kita persempit dengan kriteria dia sudah sembuh, waktunya antara 2 minggu sampai 12 minggu. Nah itu akan kita ikutkan dan kita berikan untuk sebagai donor dari uji klinis ini," kata peneliti dari Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Profesor Dr dr David H Muljono, SpPD, FINASIM, PhD, dalam webinar yang diselenggarakan Balitbangkes, Selasa (8/9/2020).

Prof David mengakui saat ini Indonesia belum memiliki alat tes kadar antibodi pada pasien. Oleh karena itu, sebagai alternatif, kadar antibodi pada pasien dapat ditinjau dari rentang waktu pasien COVID-19 sembuh.

"Plasma tersebut kita simpan dan bersama-sama kita ukur titernya (antibodi), sehingga penelitian ini kita dapatkan juga di samping kita meneliti pasiennya, kita juga meneliti plasmanya berapa kadar yang nantinya bisa menyembuhkan atau menghilangkan virus tersebut," jelas Prof David.



Simak Video "PMI Solo Siapkan Terapi Plasma Konvalesen bagi Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)