Rabu, 09 Sep 2020 15:43 WIB

Bukan Hanya Tempat Tidur, Dinkes DKI Keluhkan Minim SDM di Rumah Sakit

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz Tenaga kesehatan. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta -

Kepala Dinkes DKI Jakarta, dr Widyastuti, mengatakan masalah penuhnya kapasitas rumah sakit karena pasien virus Corona COVID-19 tidak bisa diselesaikan hanya dengan menambah tempat tidur. Saat ini yang jadi tantangan juga kurangnya sumber daya manusia (SDM).

"Dengan penambahan tempat tidur, tentu juga seiring dengan penambahan SDM," ucap dr Widyastuti, dalam webinar bersama LaporCovid-19, Rabu (9/9/2020).

"Ternyata yang lebih sulit adalah bagaimana menyiapkan SDM-nya itu nggak gampang, padahal DKI Jakarta," tambahnya.

dr Widyastuti mengaku pihaknya telah melakukan perekrutan tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan SDM, dari dokter spesialis hingga perawat. Hal ini dilakukan agar penanganan pasien Corona di DKI Jakarta bisa berangsur lebih baik.

"Kemarin baru selesai adalah proses rekrutmen tenaga profesional, dokter paru, anestesi, penyakit dalam, anak, dokter umum, perawat, dan seterusnya," jelasnya.

Sebelumnya, dr Widyastuti mengungkapkan akan meningkatkan jumlah kapasitas tempat tidur sekitar 5.500 bed di rumah sakit. Selain itu, pihaknya juga akan membuka beberapa rumah sakit di daerah yang ditujukan untuk merawat dan membantu para pasien COVID-19.

"Kami memang berencana untuk meningkatkan kapasitas bed sampai dengan sekitar 5.500 total, itu sudah total yang bisa kita dorong dalam jangka waktu satu bulan terakhir ini. Dan dengan membuka kembali beberapa rumah sakit di daerah kita untuk COVID-19, dan menambah rumah sakit swasta untuk membuka peluang untuk COVID. Tapi memang tidak cukup," ujarnya.



Simak Video "Dear Warga Indonesia, Yuk Lakukan 3W Agar Terhindar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)