Sabtu, 12 Sep 2020 11:31 WIB

Terpopuler Sepekan: Relawan Vaksin Terinfeksi Corona Sepulang dari Semarang

Ayunda Septiani - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Foto: iStock
Jakarta -

Relawan uji klinis vaksin Corona COVID-19 dilaporkan terinfeksi COVID-19 saat akan mendapatkan suntik vaksin Corona yang kedua. Relawan yang tidak disebutkan identitasnya itu diketahui positif terinfeksi setelah melaksanakan swab test.

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Unpad, Prof Kusnandi Rusmil, memastikan infeksi virus Corona tersebut bukan dari vaksin yang disuntikkan kepada relawan. Tetapi, ini diduga kuat dari kontak yang dilakukan setelah relawan tersebut melakukan perjalanan ke Semarang, Jawa Tengah.

"Jadi dia sudah disuntik, suntik pertama kali. Lalu pergi ke Semarang, pas pulang dicek lagi swabnya positif," beber Kusnandi saat ditemui di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Kota Bandung, Rabu (9/9/2020).

"Positif bukan dari vaksin, kalau dari vaksin kan itu virus yang mati. Dia kontak (pergi) ke Semarang," tambah Kusnandi.

Meski demikian, relawan tersebut tidak dikeluarkan (drop out) dari uji klinis yang dilakukan. Akan tetapi, pihaknya akan memberikan jadwal penyuntikan ulang setelah kondisi fisik dari relawan tersebut sehat kembali.

"Kalau di penelitian memang kalau yang positif di awal (sebelum penyuntikkan) nggak boleh ikut, tapi kalau dia positif karena pergi dari mana-mana itu akan kita suntik ulang, tapi dengan pemantauan," paparnya.

Kusnandi menambahkan, sejauh ini sudah sekitar 450 orang yang telah mendapatkan suntik vaksin Corona pabrikan Sinovac, Tiongkok. 200 relawan ini mendapatkan suntikkan yang kedua, dan 250 relawan lainnya baru menjalani penyuntikkan yang pertama.

"Sampai sekarang belum ada yang masuk ke rumah sakit karena sakit, semuanya biasa saja. Keluhannya demam sedikit, nyeri yang dalam dua hari hilang. Seperti suntik biasa-biasa saja di puskesmas saja kalau mau imunisasi, demam minum parasetamol, nyeri nanti hilang dalam dua hari. Kita ikuti setelah suntik selama 30 menit pertama kita lihat, ada alergi atau tidak, ada memar atau tidak, terus dihubungi lagi dua hari berturut-turut dengan telepon," pungkasnya.

Ditargetkan uji klinis ini bisa rampung pada awal tahun depan, dan produksi vaksin Corona ini akan dilakukan oleh Biofarma.



Simak Video "Asa Vaksinasi di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)