Kamis, 17 Sep 2020 05:52 WIB

Pilu Kisah Dokter 'Kehilangan' Pasien COVID-19 karena Rujukan Penuh Semua

Thalitha Yuristiana - detikHealth
Medical team nurse feeling tired and sad from working to cure patients during covid 19 pandemic. Young woman take a break sitting close her eyes and rest after hard work at emergency case in hospital. Pandemi COVID-19 menyisakan beragam kisah pilu bagi para dokter yang bertugas (Foto: Getty Images/iStockphoto/Kiwis)
Topik Hangat Kisah di Garis Depan
Jakarta -

Pandemi virus Corona COVID-19 membuat para tenaga kesehatan kewalahan dalam menangani pasien, terlebih saat pasien COVID-19 semakin membludak. Salah satu kisahnya dibagikan oleh seorang dokter, Disa Eldralyn, melalui akun Twitter miliknya @edralynnn yang kemudian viral.

Ia menceritakan pasien yang baru ia tangani selama tiga hari awalnya mengeluhkan gejala demam dan batuk. Setelah diperiksa, pasien tersebut dinyatakan positif COVID-19.

Kondisi pasien tersebut semakin memburuk dengan terus-menerus mengalami sesak napas. Dalam utasnya, Disa menjelaskan bahwa kadar oksigen darahnya sampai di taraf 50-60 persen dengan 50 kali napas dalam semenit. Normalnya tingkat saturasi oksigen darah pada manusia adalah 95-100 persen.

"Pasien ini memerlukan perawatan ICU untuk distabilkan. Makanya rumah sakit kami membantu mencari rumah sakit rujukan, tapi keadaannya semua rumah sakit full di Jakarta. Begitupun rumah sakit di sekitar Jakarta seperti Tangerang," jelas Disa saat dihubungi detikcom, Rabu (16/9/2020).




Ia menceritakan bahwa keluarga pasien juga turut mencarikan rumah sakit sampai akhirnya satu rumah sakit merespons. Sayangnya, kondisi pasien tidak memungkinkan untuk melakukan perpindahan karena kondisi pasien mengalami pemburukan dengan cepat.

Di akhir, pasien tidak dapat diselamatkan. Keterbatasan fasilitas terutama ICU menjadi salah satu persoalan utama menurutnya yang harus diperbaiki. Disa sebagai salah satu penyintas COVID-19 menjelaskan bahwa tidak semua orang dapat melakukan isolasi mandiri karena ada beberapa aspek yang harus diperhatikan sebelum melakukan isolasi mandisi. Aspek tersebut misalnya keadaan rumah, dukungan keluarga dan dukungan tenaga profesional.

"Dalam hal aspek tersebut tidak dapat terpenuhi, rumah sakit menjadi penting," tutupnya.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Kisah di Garis Depan