Kamis, 17 Sep 2020 13:46 WIB

Kasus COVID-19 RI Terus Meningkat, Tenaga Kesehatan Masih Cukup?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz Tenaga kesehatan. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta -

Jumlah kasus infeksi virus Corona COVID-19 di Indonesia kian meningkat setiap harinya. Para tenaga kesehatan pun harus pontang-panting merawat pasien, karena jumlahnya yang tidak sebanding.

Lantas bagaimana dengan kondisi tenaga kesehatan di Indonesia saat ini? Apakah sudah cukup jumlahnya untuk menangani pasien COVID-19?

Menurut Koordinator Tim Relawan Satgas Penanganan COVID-19, Andre Rahardian, SH, LLM, MSc, sejak virus Corona mewabah di Indonesia, ia dan timnya selalu melakukan perekrutan tenaga kesehatan, baik dari dokter maupun perawat. Terlebih dalam beberapa minggu terakhir, permintaan tenaga kesehatan terus berdatangan dari berbagai rumah sakit.

"Saat ini kita memang selalu melakukan perekrutan di 3-4 minggu terakhir ada permintaan rumah sakit, karena beberapa rumah sakit memperbesar kapasitas baik ICU maupun isolasi, begitu juga pada saat Wisma Atlet ini membuka tower-tower baru ada kebutuhan dari perawat maupun dokter," kata Andre dalam siaran Youtube BNPB, Kamis (17/9/2020).

Andre juga menjelaskan, pihaknya akan mengikuti saran dari Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto untuk merekrut para dokter yang sudah selesai melakukan internship.

"Jadi mungkin kita tinggal medical check up lalu tanya kesediaan mereka, karena belum tentu bersedia juga, karena jangka waktu tugas yang 30 hari plus 7 hari ini dan mereka tidak bisa bertemu keluarga, mereka harus ada di fasilitas rumah sakit tersebut selama periode ini," tuturnya.



Simak Video "Disebut 10x Lebih Menular, Mutasi Corona D614G Ditemukan di 5 Kota RI"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)