Jumat, 18 Sep 2020 17:32 WIB

Soal Beda Data Kematian COVID-19, dr Reisa Beberkan Alasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
dr Reisa Broto Asrmoro Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Data Kementerian Kesehatan dan RS Online berbeda. dr Reisa mengungkap perbedaan ini dikarenakan data RS Online belum bisa dipastikan terkonfirmasi positif COVID-19.

"Kami telah mengkonfirmasikan pada Kementerian Kesehatan bahwa data kematian dari RS Online belum pasti COVID-19, sedangkan data yang dikeluarkan oleh Pusdatin Kemenkes atau all record data sudah terkonfirmasi positif COVID-19," jelas dr Reisa Broto Asmoro, duta adaptasi kebiasaan baru dalam siaran Youtube BNPB, saat melakukan konferensi pers melalui kanal YouTube Jumat (18/9/2020).

"Oleh karena itu data dari RS Online masih perlu pembuktian melalui lab. Maka bisa disimpulkan data yang ada di RS Online belum bisa disimpulkan semua terkonfirmasi hasil lab," bebernya.

Di sisi lain, dr Reisa menegaskan transparansi data terkait konfirmasi positif COVID-19 selalu dilaporkan. Menurut dr Reisa hal ini sudah sesuai dengan panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia.

"Sesuai panduan badan kesehatan dunia (WHO), Indonesia selalu melaporkan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dan kasus sembuh setiap harinya. Jadi tidak pernah satu hari pun data tersebut tidak diumumkan ke publik," bebernya.



Simak Video "Klaster Penularan COVID-19 di Kementerian, Kemenkes Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)