Jumat, 18 Sep 2020 18:34 WIB

5 Mitos Corona yang Sudah 'Basi' Tapi Masih Saja Beredar

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Positive blood test result for the new rapidly spreading Coronavirus, originating in Wuhan, China 5 mitos terkait virus Corona. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Sejak pandemi Corona ini muncul pada akhir Desember 2019 lalu, banyak hal yang dikaitkan dengan media penularannya, salah satunya makanan. Hal ini memicu kekhawatiran dan kepanikan masyarakat.

Seperti belum lama ini, virus Corona ditemukan pada makanan beku seperti salmon dan daging beku. Tetapi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah meyakinkan bahwa belum ada bukti pasti yang menunjukkan makanan bisa menyebarkan bahkan mengatasi virus Corona.

Berikut deretan mitos seputar makanan yang dikaitkan dengan virus Corona yang paling umum beredar di masyarakat, dikutip dari laman Boldsky.

1. Bisa tertular virus Corona dari makanan China

Saat diketahui wabah ini pertama beredar di China, banyak masyarakat yang mulai khawatir untuk mengkonsumsi makanan buatan atau dari China. Tetapi, faktanya adalah salah, sampai saat ini belum ada bukti bahwa makanan bisa menularkan virus Corona.

Namun, mungkin ini bisa terjadi jika makanan tersebut telah terpapar oleh seseorang yang terinfeksi virus Corona.

2. Lemon dan kunyit bisa mencegah infeksi virus Corona

Faktanya, kombinasi lemon dan kunyit tidak bisa membantu untuk mencegah seseorang terinfeksi virus Corona. Tetapi, bahan-bahan ini memang memiliki manfaat kesehatan seperti pereda nyeri, mengatasi peradangan dan sakit tenggorokan.

3. Berkumur air hangat dan garam bisa mengobati COVID-19

Meskipun cara ini bisa membantu menyembuhkan sakit tenggorokan, tetapi tidak terbukti bisa mengatasi infeksi karena virus Corona. Pendapat ini muncul setelah ada klaim yang mengatakan bahwa sebelum mencapai paru-paru, virus Corona akan bertahan di tenggorokan selama empat hari.

Saat orang tersebut mulai batuk dan sakit tenggorokan, dianjurkan untuk berkumur dengan air hangat dan garam untuk menghilangkan virus. Tetapi, WHO menegaskan meskipun orang tersebut mencuci hidungnya dengan saline (air asin), itu sama sekali tidak bisa mencegah terjadinya infeksi pada saluran pernapasan.

4. Minum banyak air bisa terhindar dari COVID-19

Air memang baik untuk kesehatan tubuh, tetapi tidak bisa mencegah infeksi virus Corona terjadi. Hal ini muncul setelah ada sebuah klaim yang mengatakan bahwa minum air setiap 15 menit sekali bisa membasuh virus apapun termasuk COVID-19 dari kerongkongan, sehingga tidak bisa masuk ke dalam paru-paru.

5. Mengkonsumsi atau menyemprotkan alkohol ke tubuh bisa membunuh virus

Sebelumnya ada laporan yang mengatakan bahwa banyak orang yang dengan sengaja mengkonsumsi alkohol untuk mematikan virus Corona yang ada di dalam tubuh. Tetapi ini malah menyebabkan banyak orang meninggal karena keracunan.

Para ahli menjelaskan bahwa mengkonsumsi dan menyemprotkan alkohol atau klorin ke tubuh tidak bisa membunuh virus Corona baru.



Simak Video "Nasib Akupunktur di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)