Sabtu, 19 Sep 2020 11:05 WIB

Ditemukan China di Seafood Asal Indonesia, COVID-19 Menular Lewat Makanan?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ikan segar siap olah Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Otoritas bea cukai China menangguhkan impor makanan seafood yang berasal dari salah satu eksportir Indonesia. Dalam keterangannya, pelarangan masuk makanan impor dari Indonesia ini dilatarbelakangi temuan patogen virus Corona COVID-19 pada kemasan produk ikan layur beku.

China sejak awal Juni memang memperketat masuknya produk impor dan makanan beku di tengah wabah COVID-19. Terlebih beberapa studi yang dilakukan oleh peneliti China menemukan virus Corona mampu bertahan pada makanan impor beku lebih dari seminggu.

Bisakah virus Corona COVID-19 menular lewat makanan?

Sejumlah peneliti yang tergabung dalam The International Commission on Microbiological Specifications for Foods (ICMSF) meragukan kemungkinan akan penularan virus Corona COVID-19 dari makanan. Makanan dinilai sangat tidak mungkin menjadi sumber kontaminasi infeksi virus Corona COVID-19.

"Sampai saat ini, belum ada bukti bahwa makanan, kemasan makanan, atau cara penanganan makanan menjadi sumber atau jalur penularan COVID-19," tulis ICMSF, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari laman CNN.

Temuan tersebut selaras dengan laporan dari Food and Drug Administration (FDA) yang menyebutkan bahwa tidak ada risiko nyata terinfeksi virus Corona COVID-19 dari makanan atau kemasannya. Disebutkan juga bukti bahwa virus Corona bisa mengkontaminasi makanan atau kemasan sangat sedikit.

"Meski kemungkinan orang bisa makan sesuatu yang terkontaminasi virus Corona itu ada, tapi kami tak pernah melihat kasus seperti itu," tambah ICMSF.

Meski kemungkinan penularannya kecil, prinsip kehati-hatian tetap perlu diterapkan dalam membeli, mengolah, sampai mengonsumsi bahan makanan. Pastikan selalu mencuci tangan sebelum memasak dan mengonsumsi makanan jenis apapun.

Update: Soal larangan produk perikanan oleh China terkait patogen Corona, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyampaikan klarifikasi di tautan ini.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)