Sabtu, 19 Sep 2020 16:30 WIB

Mengenal Brucellosis, Wabah yang Melanda China di Tengah Pandemi COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
bakteri diteliti Ilustrasi bakteri. (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Sekitar 3.000 orang di Lanzhou, China terserang penyakit infeksi yang memicu pembengkakan testis pada pria. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri yaitu brucellosis.

Diketahui penyakit ini bisa menyebar karena terjadi kebocoran pada sebuah pabrik biofarmasi yang memproduksi vaksin brucella untuk hewan ternak. Hewan ternak yang paling umum membawa bakteri ini di antaranya sapi, kambing, babi, dan anjing.

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang brucellosis yang dikutip dari CNN:

Apa itu brucellosis?

Penyakit brucellosis ini juga dikenal dengan demam Malta atau demam Mediterania. Ternyata, brucellosis ini sudah umum terjadi di China pada tahun 1980-an, tetapi langsung mereda seiring dengan ditemukannya vaksin serta pencegahan dan pengendalian penyakit yang baik.

Namun, wabah brucellosis ini terjadi juga di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir. Misalnya seperti wabah di Bosnia yang menginfeksi sekitar seribu orang di tahun 2008 lalu. Kondisi ini juga mendorong tindakan pemusnahan sejumlah domba dan hewan ternak lain yang terinfeksi.

Sementara di Amerika Serikat, penyakit brucellosis ini sudah merugikan pemerintah federal dan industri peternakan hingga mencapai miliaran dolar. Bahkan otoritas taman nasional, sekitar 60 persen bison betina di Taman Nasional Yellowstone karena membawa bakteri tersebut.

Cara penularan brucellosis

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, penularan dari manusia ke manusia masih sangat jarang terjadi. Tetapi, kebanyakan orang terinfeksi karena mengkonsumsi makanan atau menghirup udara yang terkontaminasi bakteri tersebut.

Penularan bakteri ini lebih sering terjadi dari hewan ternak ke manusia melalui daging yang tidak dimasak dengan sempurna, atau produk susu yang tidak disterilkan dari hewan yang terinfeksi.

Gejala brucellosis

Gejala brucellosis yang biasanya muncul seperti, sakit kepala, nyeri otot, demam, dan kelelahan. CDC mengatakan, meskipun gejala tersebut sudah mereda, beberapa gejala lainnya bisa saja muncul, menjadi kronis, dan tidak pernah hilang, misalnya radang sendi atau pembengkakan pada organ tubuh tertentu, seperti testis, jantung, hati, dan limpa.



Simak Video "Mengenal Norovirus yang Kini Serang China"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)