Sabtu, 19 Sep 2020 17:00 WIB

Terpopuler Sepekan: Scuba-Buff Tidak Disarankan, Ini Jenis Masker yang Aman

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Portrait of young woman putting on a protective mask for coronavirus isolation Jenis masker yang paling aman dari COVID-19. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Saat ini, penggunaan masker scuba dan buff mulai tidak disarankan untuk masyarakat, karena kurang efektif untuk melindungi dari paparan COVID-19 saat berada di luar rumah. Bahkan saat Duke University melakukan studi terhadap 14 jenis masker, buff yang biasa digunakan para pengguna motor ternyata tidak efektif menyaring virus.

Tak hanya itu, PT KCI dan Satgas COVID-19 juga mulai menyarankan penumpangnya untuk tidak menggunakan kedua jenis masker tersebut. Alasannya karena efektivitasnya jenis masker tersebut untuk menyaring debu, virus, dan bakteri hanya sebesar 5 persen.

Dirangkum detikcom, berikut deretan masker yang aman digunakan untuk mencegah penularan Corona:

1. Masker N95

Masker yang memberikan perlindungan lebih efektif dari masker lainnya adalah masker N95. Masker jenis reseptor ini bisa menyaring partikel yang berukuran besar hingga kecil. Sesuai dengan namanya, masker N95 ini bisa melindungi sampai 95 persen dari partikel yang ukurannya sangat kecil.

Beberapa masker jenis ini mempunyai katup yang bisa memudahkan pemakainya bernapas. Tetapi, harga yang ditawarkan untuk mendapatkan masker jenis ini sangat mahal.

2. Masker bedah

Jenis masker satu ini juga sering digunakan untuk mencegah penyebaran virus, yaitu masker medis atau masker bedah. Masker ini disebut jauh lebih baik daripada menggunakan masker scuba atau buff.

Meskipun sekali pakai, masker bedah ini bisa melindungi hidung dan mulut dari droplet yang mengandung kuman ataupun virus. Selain itu, masker bedah ini bisa menyaring partikel partikel lebih besar di udara dan memberikan perlindungan juga di saat persediaan masker N9 tidak mencukupi.

3. Masker kain

Satu lagi jenis masker yang dianggap lebih efektif daripada scuba dan buff, yaitu masker kain. Biasanya masker kain ini terbuat dari bahan yang ditenun rapat dan terdiri dari 2-3 lapisan untuk mengurangi penyebaran droplet COVID-19.

Dikutip dari Science Alert, saat seseorang menggunakan buff jumlah dropletnya lebih meningkat. Ini mungkin terjadi karena bahan yang masker buff tersebut memecah droplet menjadi partikel yang lebih kecil, dan bisa membahayakan orang yang ada di sekitarnya.



Simak Video "Masker Buff dan Scuba Tak Disarankan Dipakai di KRL, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)