Minggu, 20 Sep 2020 18:30 WIB

Ridwan Kamil Minta Pasien Sembuh Corona Donor Plasma Darah

Sudirman Wamad - detikHealth
ERLANGEN, GERMANY - APRIL 27: A recovered Covid-19 patient donates blood plasma for research into Covid-19 antibodies at the medical researcher of the German Center for Immunity Therapy (das Deutsche Zentrum Immuntherapie, or DZI) at the University Hospital Erlangen during the novel coronavirus crisis on April 27, 2020 in Erlangen, Germany. The DZI is among several research facilities across Germany conducting research and tests over whether blood plasma that contains the antibodies from recovered Covid-19 patients might provide a therapy for other Covid-19 patients still battling with the disease. Germany currently has over 150,000 confirmed cases of Covid-19 infection, 103,000 people have recovered and approximately 6,000 people have died. (Photo by Alexander Hassenstein/Getty Images) Ilustrasi terapi plasma darah. (Foto: Getty Images/Alexander Hassenstein)
Kabupaten Cirebon -

Sejumlah daerah di Jawa Barat (Jabar) tengah mengembangkan terapi plasma darah untuk pengobatan pengidap COVID-19. Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun mendukung langkah tersebut.

Ridwan Kamil meminta pasien yang berhasil sembuh dari COVID-19 menyumbangkan darahnya untuk terapi plasma. Hal tersebut dapat membantu proses penyembuhan bagi pengidap COVID-19.

"Dalam mengobati yang sakit ini berbagai macam ikhtiar, ada yang obat dan plasma darah. Saya saksikan sendiri, penyintas ini khususnya TNI banyak yang menyumbangkan darahnya. Kepada yang sudah sembuh, sumbangkan darahnya. Karena ini sangat menolong," kata Ridwan Kamil kepada awak media d Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (20/9/2020).

Selain meminta bantuan dari pasien COVID-19 yang sudah sembuh untuk menyumbangkan darahnya, pria yang akrab disapa Kang Emil ini meminta pemerintah daerah untuk tetap siaga mencegah penyebaran COVID-19.

"Harus terus tracing, kemudian tes swab minimalnya satu persen dari jumlah penduduk. Kalau Cirebon penduduknya 2 juta, jadi minimalnya 22.000 penduduknya harus diswab," kata Emil.

Di tempat yang sama, Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan Pemkab Cirebon tengah mengembangkan terapi plasma di RSUD Waled. "Ada dua pasien yang menjalani terapi plasma di RSUD Waled," kata Imron.

Imron mengatakan terapi plasma hanya dilakukan kepada pasien positif COVID-19 yang masuk kategori sedang dan berat. Dalam artian, harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, Imron juga mengatakan pihaknya telah mencapai target swab untuk satu persen penduduknya. "Ternyata kita sudah melebihi target satu persen. Sekarang sudah sekitar 22.900 orang yang diswab," kata Imron.

Imron menambahkan Pemkab Cirebon telah memesan 8.000 reagen untuk swab lanjutan. Pihaknya akan terus melakukan tracing terhadap warga yang sempat kontak dengan pasien positif. "Akan terus kita lakukan sampai Corona hilang," katanya.



Simak Video "Ahli Buktikan Remdesivir Percepat Kesembuhan Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)