Senin, 21 Sep 2020 18:03 WIB

Hati-hati, Sering Nyinyir Bisa Bahayakan Jantung

Ayunda Septiani - detikHealth
Nyinyir di medsos Hati-hati nyinyir bisa bahayakan jantung. (Foto ilustrasi: shutterstock)
Jakarta -

Jika kamu adalah seorang yang memiliki kepribadian nyinyir, menyindir orang lain atau sering bercanda dengan sarkasme, mungkin sebaiknya kamu berhenti dan mengurangi kebiasaan tersebut.

Dikutip dari Daily Mail, sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti University of Tennessee di Amerika Serikat, menunjukkan orang yang mempunyai sifat bermusuhan, sarkasme, mudah tersinggung, tidak sabaran, atau mudah tersinggung memiliki kesehatan jantung yang rentan. Hal ini diketahui setelah mensurvei 2.300 orang yang mengalami serangan jantung.

Penelitian tersebut dilakukan selama 24 bulan dengan melakukan pendekatan karakter dari masing-masing pasien. Setelah dua tahun penelitian, peneliti menemukan adanya hubungan tingkat kelangsungan hidup dengan skor kepribadian pasien.

Hasilnya, orang yang suka memusuhi orang lain berisiko tinggi terkena serangan jantung, dan cenderung meninggal ketika mengalami serangan jantung yang berulang. Artinya, kepribadian seseorang dapat mempengaruhi kesehatan jantungnya, baik melalui mekanisme perilaku dan psikologis.

Faktor kepribadian diketahui dapat memulai gejala penyakit jantung dan meningkatkan hasil klinis yang buruk. Terlebih, dalam penelitian yang berbeda ditemukan orang-orang yang optimis memiliki kesehatan jantung yang lebih baik, karena bisa mengurangi hormon stres, tekanan darah, dan denyut nadi."Orang yang suka memusuhi orang lain telah meningkatkan waktu pembekuan darah, tingkat adrenalin yang lebih tinggi di atas tingkat kolesterol dan trigliserida normal, serta peningkatan reaktivitas jantung," tulis peneliti dalam jurnalnya yang terbit di European Journal of Cardiovascular Nursing.

Orang-orang yang memiliki pandangan positif terhadap orang lain, makan-makanan sehat, banyak berolahraga, dan sering minum. Beda halnya bagi mereka yang merokok.

Selain itu, para peneliti meyakini bahwa suasana hati seseorang bisa mengubah tingkat hormon. Sementara memiliki sifat optimistis bisa mengurangi stres, hormon kecemasan seperti adrenalin dan kortisol yang dapat membebani jantung dan meningkatkan tekanan darah.

"Suka memusuhi orang lain adalah ciri kepribadian yang mencakup sifat sarkastik, sinis, kesal, tidak sabaran atau mudah tersinggung," jelas Tracey Vitori, peneliti dari University of Tennessee.

"Bukan hanya dari satu kejadian, melainkan dari bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain. Mengendalikan kebiasaan dan gaya hidup bisa meningkatkan prospek harapan hidup pasien serangan jantung," pungkasnya.



Simak Video "Pentingnya Deteksi Jantung saat Berolahraga"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)