Selasa, 22 Sep 2020 11:30 WIB

Tembus 4.000 Kasus Corona Sehari, IDI: Kapasitas Kesehatan Bisa Tak Cukup

Firdaus Anwar - detikHealth
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz IDI singgung meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia bisa berdampak pada pelayanan kesehatan. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta -

Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Daeng Mohammad Faqih, SH, MH, menyebut tingginya kasus harian COVID-19 di Indonesia bisa melampaui upaya peningkatan kapasitas layanan kesehatan. Masyarakat diimbau agar lebih disiplin lagi menjalankan protokol kesehatan.

"Kalau tidak disiplin terhadap protokol kesehatan, penularan di masyarakat tetap tinggi. Segiat apapun melakukan penambahan kapasitas suatu saat khawatir juga terlampaui kapasitas itu," kata dr Daeng dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB pada Selasa (22/9/2020).

PB IDI disebut akan diskusi bersama organisasi kesehatan lainnya, merancang kampanye protokol kesehatan yang melibatkan masyarakat. Minimal harapannya orang-orang bisa disiplin untuk memakai masker.

dr Daeng menyebut ketika kapasitas layanan kesehatan overload, maka yang terjadi adalah ada risiko pasien tidak bisa mendapat bantuan medis yang dibutuhkan. Selain itu tenaga kesehatan juga lebih berisiko jatuh sakit karena faktor kelelahan.

Hingga saat ini PB IDI menyebut sudah ada 117 dokter yang meninggal dunia karena pandemi COVID-19.



Simak Video "2 Hal Penting untuk Bantu Tenaga Medis Tidak Terserang Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)