Rabu, 23 Sep 2020 18:30 WIB

Soal SNI Masker Kain, Perlukah Jenis Bahan Diatur Juga?

Ayunda Septiani - detikHealth
Masker scuba dan buff kini tak disarankan untuk digunakan para pengguna KRL. Apa sih alasan kedua masker ini tak lagi diperkenankan untuk dipakai di KRL? Masker kain bakal ada SNI-nya (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Masker kain kini punya standarnya sendiri. Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) masker kain yang baik digunakan masyarakat sebagai upaya pencegahan COVID-19.

Salah satu ketentuan yang diatur dalam SNI tersebut yakni lapisannya. Disebutkan bahwa masker dari kain harus memiliki syarat minimal dua lapis.

Spesialis paru dari RS Persahabatan, dr Erlang Samoedro, SpP, mengatakan selain menentukan berapa jenis lapisan, aturan tersebut baiknya juga memuat soal durasi atau lama waktu pakai masker kain.

"Seharusnya ditambahkan juga untuk penggunaannya, penggunaannya berapa jam sudah harus diganti," tutur dr Erlang saat dihubungi detikcom, Rabu (23/9/2020).

dr Erlang juga menyinggung soal bahan yang digunakan jika ingin mengenakan masker kain. Menurutnya, asal masker kain yang digunakan memiliki 3 lapisan, tak masalah memakai jenis kain atau bahan apapun.

"Bahannya sih terserah aja, yang penting minimal 3 lapis. Untuk standar kain sih biasanya katun. Kalau untuk bahan polyester itu pori-porinya lebih besar. Jadi memang lebih baik pakai masker dari bahan katun," jelasnya.

Hanya saja, dr Erlang juga mengingatkan agar mengenakan masker yang nyaman dan tidak membuat sesak penggunanya.

"Harus ada balance. Masker yang baik itu nggak membuat sesak saat aktivitas tapi proteksinya cukup," pungkasnya.



Simak Video "Catat! Standar SNI untuk Masker Kain: Minimal Dua Lapis"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)