Kamis, 24 Sep 2020 05:21 WIB

Round Up

SNI untuk Masker Kain, Perlu Nggak Sih?

Ayunda Septiani - detikHealth
Jenis masker scuba dan masker buff mulai dilarang dikenakan penumpang KRL karena dianggap tak efektif. Pedagang masker pun mengaku penjualan masker scuba mulai merosot turun. Masker kain selama ini tidak ada standarnya (Foto: Defara Millenia Romadhona/detikHealth)
Jakarta -

Baru-baru ini pemerintah mengeluarkan SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk masker kain yang digunakan oleh masyarakat. Tak lagi bisa sembarangan, masker kain harus memiliki 2 lapis.

Deputi Bidang Pengembangan Standar Badan Standardisasi Nasional (BSN) Nasrudin Irawan mengatakan, saat ini masker kain yang beredar di pasaran adalah masker yang terdiri dari satu lapis, dua lapis, dan tiga lapis. Contoh masker kain satu lapis yang banyak beredar dipasaran adalah masker buff atau scuba.

Oleh karena itu BSN pun menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8914:2020 Tekstil - Masker dari kain, di antaranya adalah masker harus memiliki syarat minimal terdiri dua lapis kain.

"SNI 8914:2020 menetapkan persyaratan mutu masker yang terbuat dari kain tenun dan/atau kain rajut dari berbagai jenis serat, minimal terdiri dari dua lapis kain dan dapat dicuci beberapa kali (washable)," paparnya seperti dilihat dari situs resmi SBN.go.id. Rabu (23/9/2020).

SNI masker kain diwajibkan ada label 'cuci sebelum dipakai'.

Nasrudin menambahkan, terkait dengan penandaan pada kemasan masker dari kain sekurang-kurangnya harus mencantumkan merek pada kemasan masker, negara pembuat, jenis serat setiap lapisan, tahan air, anti bakteri, pencantuman label "cuci sebelum dipakai", petunjuk pencucian, serta tipe masker dari kain.

Spesialis paru dari RS Persahabatan, dr Erlang Samoedro, SpP, menanggapi positif adanya standarisasi masker tersebut. Terlebih masker kain yang berlapis tersebut memberikan proteksi cukup besar pada paparan virus COVID-19.

"Setuju saja, masker kain kan untuk proteksi sehari-hari ya bukan untuk buat standar penanganan pasien. (Masker kain tiga lapis) Itu proteksinya cukup baik," jelas dr Erlang saat dihubungi detikcom, Rabu (23/9/2020).

Selain itu, standarisasi masker kain lebih baik jika dibarengi dengan aturan untuk produksi bagi para produsen. Dan itu seharusnya kebijakan tersebut memuat soal berapa lama waktu pemakaian masker kain agar efektif mencegah COVID-19.

"Seharusnya ditambahkan juga untuk penggunaannya, penggunaannya berapa jam sudah harus diganti," pungkasnya.



Simak Video "Catat! Standar SNI untuk Masker Kain: Minimal Dua Lapis"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)