Jumat, 25 Sep 2020 07:05 WIB

Studi Ini Paparkan Risiko Dine In di Restoran Saat Pandemi COVID-19

Content Promotion - detikHealth
Makan di restoran Foto: shutterstock
Jakarta -

Makan di restoran ternyata menjadi salah satu aktivitas yang dikaitkan dengan penyebaran COVID-19. Walau orang-orang sudah mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, namun tak mungkin tetap mengenakan masker ketika menyantap makanan.

Hal ini semakin dikuatkan dengan sebuah studi yang dilakukan oleh CDC, Amerika Serikat. Dilansir dari CNN Indonesia, penelitian tersebut dilakukan CDC dengan menganalisis 314 orang dewasa yang dites COVID-19 pada bulan Juli lalu karena memiliki gejala. Hasil tes pun menunjukkan 154 orang dinyatakan positif dan 160 orang negatif COVID-19.

Pasien pun ditanya aktivitas mereka sebelum terserang penyakit seperti makan di restoran, hangout di bar, atau pergi ke pusat kebugaran. Peneliti menemukan 71 persen orang positif dan 74 persen orang negatif selalu menggunakan masker.

Menariknya, orang yang dites positif menunjukkan lebih mungkin makan di restoran dalam dua minggu terakhir sebelum mereka merasa sakit. Menurut para peneliti, paparan terjadi saat makan lantaran masker tak dipakai secara efektif saat makan dan minum.

"Paparan di restoran telah dikaitkan dengan sirkulasi udara. Arah ventilasi, dan intensitas aliran udara dapat mempengaruhi penularan virus, bahkan jika tindakan jarak sosial dan penggunaan masker diterapkan sesuai dengan pedoman saat ini," tulis para peneliti dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (24/9/2020).

CDC pun mengeluarkan pedoman tentang tingkatan risiko aktivitas di tempat makan, adapun pedoman tersebut antara lain.

Risiko Terendah: Layanan makanan terbatas pada drive-through, pengiriman, pengantaran dan penjemputan di tepi jalan.

Lebih Banyak Risiko: Makan di tempat terbatas dengan tempat duduk di luar ruangan. Kapasitas duduk dikurangi dan ditempatkan dengan jarak setidaknya 1,8 meter.

Risiko yang lebih besar: Makan di tempat (dine in) dengan tempat duduk dalam dan luar ruangan, dengan kapasitas duduk dikurangi dan jarak setidaknya 1,8 meter.

Risiko Tertinggi: Makan di tempat dengan tempat duduk di dalam dan luar ruangan yang tidak mengurangi kapasitas tempat duduk dan tidak menjaga jarak.

Di sisi lain, dikutip dari New York Times ditemukan ada beberapa case study yang ditemukan di tempat makan di luar negeri, seperti yang terjadi di kedai kopi di Paju, Korea Selatan yang menjadi klaster super spreader terbesar setelah 1 orang yang positif COVID-19 menularkan ke 56 orang lainnya dalam waktu 2 jam.

Ada juga kasus lainnya yang terjadi pada sebuah restoran Thailand di Sydney, Australia pada bulan Juli lalu saat seorang staf positif COVID-19. 2 bulan setelahnya dilakukan tracing dan ditemukan ada 103 kasus virus COVID-19 yang bermula dari tempat tersebut. Lebih lanjut, ditemukan juga sebuah klaster besar yang berada di Amerika Serikat, yang di mana bar dan restoran menjadi salah satu titik penyebaran virus COVID-19.

Itulah mengapa saat ini layanan makan di tempat atau dine in dilarang terlebih dahulu. Selain menghindari interaksi secara langsung dan menjaga jarak interaksi, Anda juga harus menjaga tubuh agar tetap fit dan sehat dengan mengonsumsi pilihan menu makanan sehat serta multivitamin seperti Samcorbex.

SamcorbexSamcorbex Foto: Samcorbex

Samcorbex mengandung suplementasi Vitamin B Complex dan Vitamin C 500 mg yang baik untuk menjaga tubuh agar tetap fit. Produk Samco Farma lainnya yaitu Samcemin mengandung Vitamin C 100 mg cocok untuk melengkapi suplementasi nutrisi Anda sehari-hari.

Saat ini, Samcorbex dan Samcemin bisa didapatkan melalui apotek-apotek terdekat atau e-commerce seperti Shopee, Lazada, dan Tokopedia. Anda juga mendapatkannya melalui distributor-distributor PT Samco Farma yakni, PT Merapi Utama Pharma, PT Daya Muda Agung dan PT Prima Galvin Sukses untuk area Jabodetabek atau dapat menghubungi Sales Representative Pak Almer di nomor 081288715581.

Bagi Anda yang berada di luar Jabodetabek, saat ini keduanya bisa ditemukan pada distributor PT Cahaya Mutiara Farma dan PT Galoeh Husada Farma untuk area Jawa Timur, PT Hapeel Pharmindo untuk area Malang dan Sekitarnya, PT Marrykha Mitra Mustika di Jawa Tengah, PT Kwatro mandiri Ekavisi di Jawa Barat, PT Mitra Bina Multi Sejahtera di Sumatera Utara, PT Talang Gugun Sari Nusantara di Sumatera Barat, PT Sinar Prima Lestari di Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi, PT Aditama Makmur Sentosa di Lampung, PT Nitijaya Cipta Makmur di Banjarmasin, PT Sehat Inti Permata di Bali dan Lombok.



Simak Video "Dear Warga DKI, Tak Perlu Panic Buying Jelang PSBB Total Lagi..."
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)