Jumat, 25 Sep 2020 07:00 WIB

Membandingkan Penanganan Pandemi COVID-19 di India Vs Indonesia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

India menempati peringkat pertama kasus COVID-19 terbanyak se-Asia. Data dari situs Worldometer, Kamis (24/9) mencatat ada 5,7 juta kasus Corona di India.

Kementerian Kesehatan India menyebut lonjakan kasus secara eksponensial terjadi karena otoritas kesehatan meningkatkan jumlah pengujian spesimen harian yang kini lebih dari satu juta tes per hari.

Banyaknya jumlah testing yang dilakukan perhari berdampak pada pelayanan kesehatan di India. Sama seperti di Indonesia yang terus mengalami lonjakan kasus harian, sejumlah rumah sakit dipersiapkan untuk menangani pasien COVID-19.

Baik di India dan Indonesia, salah satu kendala yang dikeluhkan adalah kapasitas rumah sakit pasien COVID-19. Tenaga kesehatan di India disebut sudah sangat kewalahan dalam menghadapi lonjakan kasus Corona.

"Kami kewalahan dengan peningkatan infeksi yang terjadi. Tidak hanya di Delhi, kekurangan staf medis terlatih di RS pemerintah dan swasta terjadi di negara secara umum," ungkap dr Anoop Saraya dari All India Institute of Medical Science Delhi, dikutip dari DW News.

Indonesia sendiri sudah memiliki total kasus sebanyak lebih dari 257 ribu yang tersebar di seluruh negeri. Meski terbilang jauh lebih sedikit daripada kasus di India, Indonesia jadi sorotan sebab kapasitas testingnya dianggap masih tertinggal jauh dari negara lain di Asia.

Sebagai perbandingan, selama enam bulan pandemi COVID-19, Indonesia baru bisa melakukan 1.799.563 tes spesimen sementara India sudah lebih dari 67 juta tes. Jumlah tes COVID-19 yang dilakukan RI per harinya masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga.

Melonjaknya kasus COVID-19 baik di Indonesia dan India membuat tenaga medis harus berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan pasien.

1. Fasilitas kesehatan

Indonesia: 140 rumah sakit rujukan COVID-19
India: 7.740 fasilitas kesehatan rujukan COVID-19

2. Obat yang digunakan:

Indonesia:

- Lopinavir-ritonavir-azitromisin
- Lopinavir-ritonavir-doksisiklin
- Lopinavir-ritonavir-klaritromisin
- Hidroksiklorokuin-azitromisin
- Hidroksiklorokuin-doksisiklin
- Terapi plasma darah

India:

- Hidroksiklorokuin
- Favipiravir
- Remdesivir
- Tocilizumab
- Itolizumab
- Dexamethasone
- Methylprednisolone
- Terapi plasma darah

3. Jumlah pasien sembuh

Indonesia: 187.958 kasus per 23 September 2020
India: 4.581.820 kasus per 23 September 2020

4. Jumlah kasus aktif

Indonesia: 59.453 kasus per 23 September 2020
India: 966.358 kasus per 23 September 2020

Pelaksanaan lockdown atau 'penguncian' wilayah di Indonesia dan India juga jadi sorotan. Jika di Indonesia tak diberlakukan penguncian negara, India memberlakukan lockdown total dan terbesar sepanjang pandemi COVID-19.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)