Minggu, 27 Sep 2020 11:57 WIB

Terpopuler: Heboh COVID-19 'Gentayangan' di Udara, Ternyata CDC Salah Posting

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Memakai alat pelindung wajah sangat penting di era pandemi COVID-19. Tidak hanya masker kain, face shield juga sedang banyak disenangi masyarakat. Rekomendasi CDC bahwa COVID-19 menular lewat udara ternyata salah posting (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Pusat pencegahan dan pengendalian penyakit Amerika Serikat, CDC, bikin gempar lewat sebuah pembaruan di laman resminya. Dalam pembaruan tertanggal 18 September 2020, dikatakan virus Corona COVID-19 bisa menular lewat udara.

Kehebohan ini menjadi salah satu topik kesehatan terpopuler sepekan terakhir.

"Persebaran lewat menyentuh permukaan tidak dianggap sebagai jalur utama virus menyebar," tulis CDC dalam pembaruan tersebut.

Tak lama berselang, pada 21 September 2020, muncul klarifikasi. CDC menyebut, unggahan sebelumnya adalah sebuah kesalahan. Pada saat ini, CDC masih mengkaji risiko penularan virus Corona melalui udara alias airborne.

"Versi draft dari usulan perubahan tentang rekomendasi tersebut terunggah secara tidak sengaja ke website resmi. CDC saat ini memperbaharui rekomendasinya terkait penularan SARS-CoV-2 (virus yang menyebabkan COVID-19) secara airborne," tulis CDC dalam klarifikasinya.

Rekomendasi CDC soal penularan COVID-19 secara airborne ternyata salah posting.Rekomendasi CDC soal penularan COVID-19 secara airborne ternyata salah posting. Foto: Tangkapan layar

Para pakar belakangan ini cukup intens mendiskusikan risiko penularan virus Corona melalui aerosol yang melayang di udara. Organisasi kesehatan dunia WHO juga sudah mengakui adanya bukti-bukti bahwa hal itu mungkin terjadi.

"Beberapa kasus penularan yang terjadi dalam kerumunan di ruangan tertutup (indoor) menunjukkan kemungkinan penularan aerosol, dikombinasikan dengan penularan droplet, sebagai contoh, dalam paduan suara, di restoran, dan kelas kebugaran," tulis WHO dalam sebuah pernyataan beberapa waktu lalu.



Simak Video "CDC Salah Posting soal Penularan Virus Corona Lewat Airborne"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)