Minggu, 27 Sep 2020 13:47 WIB

Iran Bersiap Lockdown Saat Kasus Corona Kembali Melonjak

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Iran Hadapi Bencana Kematian Tinggi Akibat Virus Corona Iran bersiap lockdown saat kasus Corona melonjak kembali. (Foto: DW (News)
Jakarta -

Iran dilaporkan bersiap untuk menerapkan lockdown saat kasus Corona di negaranya kembali meningkat. Presiden Iran Hassan Rouhani pada hari Sabtu (26/9/20200 memberi wewenang kepada provinsi-provinsi di negara itu untuk memberlakukan lockdown jika diperlukan, demi menekan peningkatan pesat kasus virus Corona COVID-19.

"Kami dipaksa untuk meningkatkan regulasi dan pengawasan, dimulai di ibukota Teheran," kata Rouhani dalam sambutannya yang disiarkan televisi, dikutip dari Reuters, Minggu (27/9/2020).

Terkait dengan apakah penerapan lockdown dipastikan akan diberlakukan, kantor gugus tugas Corona di Iran saat ini tengah membuat rekomendasi. Hal tersebut meliputi rekomendasi terkait pembatasan apakah lockdown akan diberlakukan selama satu minggu.

Lockdown di Iran rencananya dilakukan dengan melakukan pembatasan atau penutupan sekolah, universitas, tempat seminar, masjid, kafe, tempat olahraga dan salon.

"Jika gubernur provinsi menganggap perlu, pusat-pusat ini harus ditutup selama seminggu," kata Rouhani.

"Korban tewas Iran akibat virus Corona meningkat 172 kasus pada hari Sabtu sehingga totalnya menjadi 25.394. Sementara itu, kasus baru COVID-19 yang dikonfirmasi adalah 3.204 sehingga total kasus di Iran tercatat sebanyak 443.086," sebut juru bicara kementerian kesehatan Sima Sadat Lari mengatakan kepada TV pemerintah, dikutip dari Reuters,

Pejabat kesehatan Iran telah menyatakan kekhawatiran atas lonjakan kasus Corona di negaranya. Para pejabat kesehatan Iran juga mendesak untuk mengutamakan protokol kesehatan untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)