Minggu, 27 Sep 2020 15:15 WIB

Risiko Kolesterol & Penyakit Jantung Bisa Naik karena Insomnia, Loh

Faidah Umu Sofuroh - detikHealth
BEGADANG Foto: shutterstock
Jakarta -

Generasi milenial memiliki kesibukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan generasi lainnya. Sebab, milenial yang saat ini berada di usia 20-40 tahunan tengah berada dalam masa-masa produktif.

Tak jarang, kesibukan dalam pekerjaan atau tugas-tugas kuliah membuat mereka harus begadang untuk menyelesaikannya. Kebiasaan begadang ini ternyata tidak baik bagi kesehatan jantung, loh.

Dokter, presenter, sekaligus relawan COVID-19 dr. Vito Damay mengatakan begadang bisa memicu hormon stres yang membuat detak jantung makin kencang dan tekanan darah menjadi tinggi.

"Apabila kita nggak teratur tidurnya, maka kita dalam keadaan stres, hormon stres ini yang membuat detak jantung makin kencang, tekanan darah jadi lebih tinggi, dan lain-lain," kata dr. Vito dalam acara Gerakan Jantung Sehat bertajuk 'Jaga Kolesterol di Usia Muda dengan Cara yang Alami', Minggu (27/9/2020).

Selain dr. Vito, Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Cindiawaty Pudjiadi juga mengatakan begadang membuat orang-orang yang melakukannya cenderung kacau dalam memilih makanan. Sebab, lanjutnya, di malam hari makanan yang tersisa biasanya makanan yang kurang sehat seperti mie instan, gorengan, dan camilan-camilan yang tinggi kolesterol.

"Makanan itu akan membuat asupan berlebihan, ditambah pagi-pagi kita jadi malas olahraga karena ngantuk kan? Kemungkinan terjadi berat badan makin naik. nah, berat badan makin naik akan meningkatkan risiko semua penyakit termasuk penyakit jantung," ucapnya.

Dr. Cindy menambahkan ada beberapa makanan yang bisa membantu orang untuk mudah tidur, contohnya seperti coklat. Namun, lagi-lagi harus tetap melihat kandungan gula, kalori yang terkandung dalam makanan tersebut agar asupan gizinya pun tidak berlebihan.

Ia menyarankan kebiasaan begadang itu yang harus diubah, karena begadang membuat asupan makan berlebihan.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Esti Nurjadin menambahkan tidur di malam hari sangat penting karena waktu istirahat tersebut merupakan momen regenerasi sel. Jadi ia menyarankan kepada para pekerja yang sering begadang karena tuntutan pekerjaan untuk dilakukan shifting agar di hari lain mereka tetap memiliki kualitas tidur yang baik.

"Kurang tidur juga bisa menimbulkan stres juga. Jadi untuk keesokan hari berolahraga itu tidak baik, karena untuk olahraga tubuh butuh tidur minimal 6 jam sebelumnya. Jangan melakukan olahraga kalau malamnya tidak tidur," pungkasnya.

Acara Gerakan Jantung Sehat bertajuk 'Jaga Kolesterol di Usia Muda dengan Cara yang Alami' merupakan acara yang diadakan oleh detikcom bersama Nestlé ACTICOR, Cara Alami Turunkan Kolesterol. Acara ini diadakan dalam rangka memperingati World Heart Day 2020 pada 29 September mendatang.

(ega/ega)