Minggu, 27 Sep 2020 20:00 WIB

Satgas COVID-19: Banyak yang Tertular Corona dari Keluarga dan Teman Dekat

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Satgas COVID-19 ungkap banyak kasus penularan Corona yang berawal dari keluarga dan teman dekat. (Foto ilustrasi: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Kisah-kisah sekeluarga terkena Corona menjadi gambaran risiko penularan di lingkungan terdekat nyata adanya. Tidak sering hal ini diabaikan karena menganggap teman dekat maupun keluarga aman dari Corona.

Pasalnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengingatkan beberapa pasien Corona di RSD Wisma Atlet bahkan tidak pernah keluar rumah. Mereka jelas tertular dari lingkungan rumah atau keluarga.

Menurut Doni, risiko penularan Corona dari orang-orang terdekat bisa mengancam. Terlebih jika tidak menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

"Dan bukan orang yang jauh dari kita. Yang menulari kita adalah orang yang terdekat, siapa orang terdekat, yakni keluarga, saudara, sanak, famili atau teman sekerja. Itulah yang berpotensi. Jadi sebenarnya kita yang terdekat satu sama lain itu adalah saling mengancam kalau tidak hati-hati," jelas Doni, dalam rilis yang diterima detikcom Minggu (27/9/2020).

Ada 7 persen pasien RSD Wisma Atlet yang tidak pernah keluar rumah meski dinyatakan positif. Doni menilai, selama pandemi Corona tidak pernah ada tempat yang benar-benar aman.

"Tujuh persen responder yang dirawat di Rumah Sakit Wisma Atlet itu adalah kelompok yang tidak pernah beraktivitas di luar rumah," jelas Doni.

"Jadi sebenarnya tidak ada lagi tempat yang aman ketika kondisi kita sekarang ini masih ada pandemi," ujar Doni.

Doni menegaskan, jika masyarakat tidak serta merta menganggap serius risiko penularan Corona di lingkungan terdekat, sejumlah imbauan terkait pencegahan COVID-19 tidak akan efektif.



Simak Video "Terapi untuk Atasi Gangguan Indra Penciuman pada Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)