Rabu, 30 Sep 2020 18:39 WIB

Menko PMK Minta Dokter yang Tangani COVID-19 Utamakan Keselamatan Diri

Imam Suripto - detikHealth
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz Tenaga kesehatan. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta -

Angka kematian tenaga kesehatan yang menangani COVID-19 di Indonesia tergolong tinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, beberapa diantaranya adalah karena kelelahan dan kurangnya dalam mematuhi SOP.

Tingginya tingkat mortalitas atau kematian diungkapkan oleh Menko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) Muhadjir Effendy kepada wartawan saat berkunjung ke RSUD Brebes, Rabu K30/9/2020) siang.

"Di Indonesia tingkat kematian nakes cukup tinggi meskipun masih jauh di bawah Rusia. Di Indonesia jumlah nakes yang meninggal sekitar 100 orang, sedangkan di Rusia sudah mencapai 500 orang," ungkap Menko PMK, Muhadjir Effendy.

Kepada para tenaga medis di seluruh Indonesia, Muhadjir berpesan agar mengutamakan keselamatan diri. Hal ini agar kasus kematian nakes tidak semakin bertambah.

"Saya berpesan kepada para direktur rumah sakit dan tenaga kesehatan supaya lebih mengutamakan keselamatan diri, baru ngurusin pasien. Karena kalau nakesnya tidak selamat maka tidak bisa menyelamatkan pasien," tandas Menko PMK.

Dalam menjalankan tugas, tenaga kesehatan juga diingatkan untuk selalu mematuhi SOP dan jangan melonggarkan penggunaan APD. Tujuannya untuk menjamin kesehatan para tenaga medis yang menangani pasien corona.

"Makanya saya datang ke sini membawa bantuan APD dan masker untuk membantu penanganan Corona di rumah sakit," kata Menko PMK melanjutkan.

Faktor lain yang menjadi penyebab tingginya angka kematian nakes adalah kelelahan. Tenaga medis baik dokter maupun lainnya terlalu keras dalam bekerja sehingga imun tubuh menjadi turun. Kondisi ini yang menyebabkan mudah terinfeksi virus.

"Dokter yang profesional memiliki panggilan jiwa yang kuat sehingga kadang melupakan keselamatan diri. Sekali lagi kami ingatkan untuk mengutamakan keselamatan diri sendiri," seru Muhadjir.

Terakhir, Muhadjir menerangkan, bahwa tingginya mortalitas nakes juga dikarenakan adanya komorbid atau penyakit bawaan. Umumnya para nakes yang meninggal ini, sambung menteri karena ternyata banyak yang memiliki penyakit bawaan.



Simak Video "Dear Warga Indonesia, Yuk Lakukan 3W Agar Terhindar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/sao)