Kamis, 01 Okt 2020 11:02 WIB

Studi: COVID-19 Menular di Bus Ber-AC, Perkuat Bukti Penularan Lewat Udara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Mutasi virus corona yang membingungkan para ilmuwan Studi baru terkait penularan Corona di bus ber-AC memperkuat bukti penularan lewat udara. (Foto: BBC World)
Jakarta -

Studi baru dari Universitas Georgia melakukan studi yang memperkuat bukti penularan Corona terjadi lewat udara di ruangan tertutup. Studi ini berkaitan dengan sebuah komunitas di China yang menyebarkan virus saat berada di dalam bus ber-AC.

Para peneliti sebenarnya sudah lebih dulu menduga penularan COVID-19. Namun, bukti-bukti penularan COVID-19 lewat udara di lapangan masih sangat terbatas.

"Dugaan kemungkinan penularan melalui udara telah lama diduga, tetapi dengan bukti empiris yang terbatas. Studi kami memberikan bukti epidemiologis penularan yang terjadi dalam waktu lama, yang kemungkinan besar ditularkan melalui udara," kata Ye Shen, seorang profesor epidemiologi dan biostatistik di UGA's College of Public Kesehatan dan penulis utama studi, dikutip dari Times of India.

Studi yang dimuat di JAMA Internal Medicine meneliti soal aktivitas penularan COVID-19 di bus ber-AC. Sejumlah orang yang diteliti diketahui menjalani acara ibadah di provinsi Zhejiang.

Sebagian peserta naik dua bus dengan AC menyala dan jendela tertutup, salah satu bus tersebut terdapat pasien COVID-19. Studi mengungkap, penumpang yang tertular COVID-19 dan jatuh sakit sebagian besar berasal dari bus yang sama dengan pasien COVID-19, padahal seluruh peserta sebelumnya sempat bergabung dan berkerumun.

Studi menyimpulkan, dalam hal ini transmisi utama terjadi saat di bus, yaitu penularan COVID-19 melalui udara. Lebih lanjut, beberapa penumpang bus yang kemudian menunjukkan gejala COVID-19 juga diketahui tidak duduk di dekat penumpang yang terinfeksi.

"Memahami rute penularan COVID-19 sangat penting untuk menahan pandemi, sehingga strategi pencegahan yang efektif dapat dikembangkan dengan menargetkan semua rute penularan potensi," ujar Shen.

"Temuan kami memberikan dukungan yang kuat untuk mengenakan penutup wajah di lingkungan tertutup dengan ventilasi yang buruk," pungkasnya.



Simak Video "Virus Corona Diklaim Dapat Menular Lewat Udara"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)