Jumat, 02 Okt 2020 05:34 WIB

Remdesivir untuk Obat COVID-19 Tak Dijual Bebas, Siapa Saja yang Bisa Beli?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Female doctor holding a syringe Virus Corona COVID-19 (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Remdesivir mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk obat COVID-19. Per hari Kamis (1/10/2020), remdesivir dengan merek jual Covifor siap didistribusikan dan dipasarkan ke seluruh provinsi di Indonesia.

Covifor buatan perusahaan farmasi India Hetero, tidak dijual secara bebas di apotek. Hal ini dikarenakan penggunaan remdesivir atau Covifor untuk obat COVID-19 oleh BPOM bersifat emergency use.

"Jadi karena ini (remdesivir atau Covifor) adalah approval dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah otorisasi penggunaan darurat ya jadi emergency use authorization, jadi semua penanganannya, atau distribusi obat tersebut (Covifor) ini akan langsung ke rumah sakit," ungkap President Director of PT Kalbe Farma Tbk dalam konferensi pers Kalbe dan PT Amarox Pharma Global, Kamis (1/10/2020).

"Jadi tidak bisa istilahnya ke instalasi yang lain ataupun apotek, tapi langsung ke rumah sakit," tegasnya.

Pihak PT Kalbe Farma ingin memastikan penggunaan remdesivir untuk obat COVID-19 berjalan dengan tepat. Terutama terkait pendistribusian dan pemakaian remdesivir.

"Itu yang harus kami yakinkan distribusinya supaya pemanfaatan produk ini dilakukan dengan tepat kepada pasien langsung di rumah sakit tersebut," lanjut dia.

Dalam acara yang sama, spesialis paru dr Erlina Burhan dari RS Persahabatan menjelaskan pemberian remdesivir pada pasien COVID-19 menggunakan infus. Hari pertama, pasien COVID-19 akan diberikan remdesivir sebanyak 200 mg.

Sementara hari berikutnya, 5 hingga 10 hari ke depan, disebut dr Erlina dosis yang diberikan sebanyak 100 miligram saja. Remdesivir diyakini bisa menghambat replikasi virus sehingga tidak memperparah infeksi COVID-19.

"Jadi mudah-mudahan replikasi virus ini akan dihambat (karena remdesivir) sehingga tidak terjadi keparahan yang lebih lanjut dan kemudian sistem imunitas bisa dikendalikan," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal Remdesivir, Obat Corona yang Disetujui BPOM RI "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)