Sabtu, 03 Okt 2020 18:00 WIB

Rachel Maryam Pendarahan Usai Caesar, Ini Beberapa Kemungkinan Penyebabnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rachel Maryam saat hadiri acara peresmian Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) di Four Season Hotel, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (24/10). Rachel Maryam pendarahan usai melahirkan caesar. (Foto: Gus Mun/detikHOT.)
Jakarta -

Anggota Fraksi Gerindra DPR RI sekaligus selebriti Rachel Maryam dikabarkan dirawat di rumah sakit, akibat pendarahan hebat usai melahirkan. Rachel melahirkan anak keduanya pada Jumat (2/10/2020) kemarin di RS Bunda, Jakarta.

"Rachel di-caesar terus pendarahan. Ditutup pendarahannya, ditutup perutnya tiba-tiba pendarahan lagi, hebat pendarahannya," ujar Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad kepada detikcom, Sabtu (3/10/2020).

Pasca melahirkan, termasuk dengan cara caesar juga bisa saja mengalami pendarahan. Setelah caesar, seseorang akan mengalami pendarahan hebat selama beberapa hari pertama, yang mungkin lebih banyak dari menstruasi.

Pendarahan ini adalah jenis keputihan yang disebut lokia dan berwarna merah cerah, yang akan terjadi sampai 6 minggu. Selain itu, mungkin orang tersebut juga mengalami pembekuan darah yang terjadi bersamaan dengan pendarahan dan ini adalah hal yang normal.

Dikutip dari laman Firstcry Parenting, berikut beberapa penyebab terjadinya pendarahan setelah melakukan persalinan dengan cara caesar.

1. Pembuluh darah putus

Selama operasi caesar, terjadi laserasi yang menyebabkan pendarahan. Di beberapa kasus, sayatan awal tidak cukup lebar untuk mengeluarkan bayi, sehingga menyebabkan jaringan dan pembuluh darah di sekitar area ini terputus.

Terkadang, pendarahan ini terjadi karena beberapa arteri dan vena di sekitar rahim secara tidak sengaja terpotong selama prosedur caesar.

2. Atonia uterus

Atonia uterus ini terjadi saat rahim wanita tidak berkontraksi setelah plasenta dikeluarkan pasca kelahiran bayi. Umumnya, kontraksi rahim akan mencegah daerah di sekitar plasenta mengalami pendarahan, saat plasenta dikeluarkan lewat vagina.

Ketika rahim tidak berkontraksi setelah melahirkan, pembuluh darah itu tetap terbuka dan menyebabkan pendarahan hebat.

3. Fragmen plasenta

Sebagian wanita mengalami pendarahan hebat saat fragmen dari plasenta tetap berada di dalam rahim. Ini sangat umum terjadi pada wanita yang sudah menjalani beberapa kali operasi caesar.

4. Plasenta akreta

Dari berbagai penyebab pendarahan pasca caesar, ini adalah yang paling umum terjadi. Dalam kasus ini, pendarahan disebabkan karena plasenta tidak terpisah secara alami dari rahim karena tertanam di dalamnya.

Wanita yang mengalami plasenta akreta ini sangat berisiko mengalami pendarahan. Ini karena dokter harus mengeluarkan plasenta setelah melahirkan secara manual.



Simak Video "Begini Prosedur Persalinan di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)