Rabu, 07 Okt 2020 11:06 WIB

Musim Hujan, Satgas COVID-19 Khawatirkan Klaster Pengungsian Banjir

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Warga Pengadegan Jaksel bertahan di pengungsian (Azizah-detikcom) Ilustrasi pengungsian banjir. (Foto: Azizah-detikcom)
Jakarta -

Sejumlah daerah di Indonesia mulai memasuki musim hujan. Satgas COVID-19 meminta pemerintah daerah mewaspadai musim hujan terlebih ada risiko banjir.

"Yang harus kita waspadai adalah jangan sampai terjadi bencana banjir. Karena bukan hanya banjirnya punya potensi untuk penyakit menular sendiri, tapi ketika orang harus mengungsi, di satu tempat di mana semua orang berkumpul, ini berpotensi memunculkan klaster baru seperti klaster pengungsian," ujar Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah, dalam siaran pers di Youtube BNPB, Rabu (7/10/2020).

Dewi menambahkan saat ini #satgascovid19 tengah melakukan kunjungan ke beberapa daerah untuk mengingatkan adanya potensi bencana lain yang harus diantisipasi dari jauh-jauh hari. Selain itu, Satgas juga meminta agar tiap daerah untuk mengantisipasi dampak curah hujan intensitas tinggi yang memicu banjir terlebih di tengah pandemi Corona.

Kekhawatiran munculnya klaster ini karena di tempat pengungsian, akan sulit untuk melakukan #jagajarak. Terlebih di satu tempat akan berkumpul banyak sekali orang dalam satu waktu. Belum lagi soal sanitasi di tempat pengungsian yang harus terus dipantau kebersihannya.

"Kadang kita lupa adalah sanitasi di tempat pengungsian. Orang berkumpul di satu tempat kan belum tentu nih tempat tidurnya bisa #jagajarak," kata Dewi.

"Apakah sudah dipastikan tempat pengungsiannya, tempat makannya, dapurnya, kamar mandinya, ini penting banget. Biasanya di pengungsian anak-anak berkumpul dan tidak mungkin berdiam sendiri. Ini juga yang harus dipastikan protokol 3M kita terapkan," pungkasnya.



Simak Video "Epidemiolog UI: Corona Lebih Penting Ketimbang Terlibat Pilkada"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)