Rabu, 07 Okt 2020 11:36 WIB

Psikolog: Bukan Diagnosis, Impostor Syndrome adalah Istilah Awam

Ayunda Septiani - detikHealth
Game online Among Us Impostor syndrome adalah istilah awam, bukan diagnosis klinis (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)
Jakarta -

Istilah impostor tiba-tiba saja menjadi tren di kalangan anak muda, populer gara-gara game viral Among Us. Menurut pakar, impostor syndrome adalah istilah awam dan bukan diagnosis klinis.

Istilah impostor belakangan ini dikaitkan dari sebuah game viral among us yang menampilkan karakter pemain yang berwarna-warni dengan masing-masing tugas yang berbeda.

Tidak hanya sebatas permainan saja, namun game ini membutuhkan strategi. Salah satu karakter disebut dengan 'impostor' bertugas untuk membunuh pemain lain, tapi sebisa mungkin ia tak diketahui.

Bahkan, sang 'impostor' bisa saja membohongi karakter lain, dengan menuduh merekalah impostor sebenarnya. Game yang sederhana namun membutuhkan trik 'menipu dan mengelabui' ini menjadi alternatif menghabiskan waktu bersama teman-teman saat merasa bosan.

Apakah karakter impostor di Among Us ada kaitannya dengan impostor syndrome?

Psikolog klinis Kasandra Putranto dari Kasandra & Associate mengatakan impostor adalah istilah yang secara resmi tidak ada. Para psikolog dan psikiater biasanya akan menggunakan istilah-istilah yang memang sudah disepakati dan masuk penggolongan diagnosa tersebut.

"Istilah impostor syndrome ini juga bagi saya semacam diagnosa keranjang sampah. Akhirnya semua kriteria dimasukan. Jadi orang merasa 'oh mirip ya' ini juga secara psikologis ada kondisi psikologis sendiri yang akhirnya mungkin atau suka self diagnosis," beber Kasandra, saat ditemui detikcom, Jumat (2/10/2020).

Selain itu, Kasandra juga mengatakan bahwa impostor adalah istilah yang diciptakan oleh orang awam. Dan para ahli tidak melihat impostor syndrome ini sebagai suatu diagnosa klinis.



Simak Video "Game Viral Among Us dan Diagnosa Impostor Syndrome"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)