Kamis, 08 Okt 2020 16:34 WIB

Ricuh Demo di Tengah Pandemi, Mungkinkah Water Cannon Semprotkan Disinfektan?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Tembakan gas air mata hujani pendemo di depan gedung grahadi Demo penolakan Omnibus Law Cipta Kerja berakhir ricuh. (Foto: Budi Hartadi)
Jakarta -

Aksi demo penolakan Omnibus Law Cipta Kerja yang dilakukan buruh dan mahasiswa, Kamis (8/10/2020), di sejumlah daerah Indonesia berakhir ricuh.

Melakukan demo di tengah pandemi Corona seperti ini tentu dapat meningkatkan penularan COVID-19. Terlebih banyaknya gesekan atau kontak fisik yang terjadi saat demonstrasi berlangsung.

Apa perlu menyemprotkan disinfektan dengan water cannon untuk mencegah penyebaran COVID-19?

Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, mengatakan penyemprotan disinfektan menggunakan water cannon tidak akan efektif untuk mencegah penyebaran COVID-19 saat demo.

"Nggak ada gunanya buat apa, memangnya virus itu di luar, orang itu di dalam tubuh kok," tegas Pandu kepada detikcom, Selasa (6/10/2020).

Sementara menurut Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc, penyemprotan disinfektan akan menjadi lebih efektif jika dilakukan setelah aksi demo selesai.

"Kalau lagi demo nggak jelas kapan berakhirnya," ucap dr Miko dalam wawancara terpisah.

"Jadi setelah demo baru disemprotkan disinfektan buat keamanan yang menggunakan jalan," tuturnya.



Simak Video "Sederet Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer yang Uji Klinisnya Sudah Rampung"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)