Selasa, 13 Okt 2020 15:15 WIB

Selain Protokol Kesehatan, Ini Saran Pakar Cegah Corona di Perkantoran

Inkana Putri - detikHealth
BPJAMSOSTEK Foto: Istimewa
Jakarta -

Sudah tujuh bulan Indonesia dilanda pandemi COVID-19. Selain lansia dan komorbid, para pekerja merupakan kelompok yang juga berisiko, mengingat klaster perkantoran saat ini menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.

Guna melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja, BPJAMSOSTEK menghadirkan webinar bertajuk 'K3, Solusi Pelindungan Pekerja Saat Pandemi COVID-19'. Melalui webinar ini, BPJAMSOSTEK ingin meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pencegahan COVID-19 di lingkungan kerja.

Praktisi Kesehatan Kerja dr Rima Melati mengatakan berdasarkan data survei BPS pada bulan September 2020, hanya sebanyak 2% perkantoran yang tidak menerapkan protokol. Meskipun tergolong rendah, jumlah klaster COVID-19 di Indonesia masih sering terjadi.

Rima menjelaskan dalam mencegah infeksi COVID-19 di tempat kerja terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan meliputi regulasi, pemahaman COVID-19, permasalahan di tempat kerja, prinsip K3 pencegahan COVID-19, upaya promosi preventif, dan evaluasi terhadap program yang dijalankan.

"Regulasi ada eksternal dan internal, untuk regulasi eksternal bisa berupa regulasi yang telah diterapkan oleh Pemerintah dan Kementerian terkait hal yang harus dilakukan di tempat kerja. Namun, hal ini bukan tentang regulasi yang ada, melainkan regulasi bisa implementasikan dengan benar," katanya.

Menurutnya, para pekerja juga perlu pemahaman komprehensif terkait COVID-19 meliputi fase pandemi, siklus infeksi, masa inkubasi, pemeriksaan COVID-19, hingga prosedur tatalaksana dan rujukan kasus. Pasalnya, saat ini banyak tren pemeriksaan tes rapid dan tes PCR yang dilakukan tanpa memahami tujuan dan tindak lanjut dari pemeriksaan tersebut.

"Dalam pengendalian COVID-19, ada juga beberapa prinsip K3 yang bisa dilakukan yaitu dengan menilai risiko, keparahan dampak, hirarki pengendalian, dan rencana tanggap darurat yang akan dilakukan di tempat kerja,"

Untuk pengendalian, dr Rima menjelaskan ada banyak hal yang perlu dilakukan perusahaan antara lain dengan memberikan APD berupa masker, goggle, atau face shield.

"Yang paling penting adalah pemberian edukasi kepada seluruh pekerja. Selain itu, perlu juga pemberian nutrisi, pemberlakuan etika batuk, dan lainnya. Tindakan preventif lain yang bisa dilakukan adalah kebijakan WFH. Untuk pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dari rumah bisa dengan upaya lain seperti menyiapkan transportasi khusus, skrining, menyiapkan masker," imbuhnya.

Rima juga menyarankan setiap tempat kerja perlu menyiapkan ruang untuk karantina atau isolasi pekerja. Namun, ruangan ini tentunya perlu terpisah dari area pekerja.

"Sebaiknya setiap tempat kerja memiliki ruang karantina sementara digunakan untuk melakukan skrining dan triage. Tempat ini juga bisa digunakan tempat transit untuk rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan," katanya.

Terakhir, Rima mengatakan perusahaan juga perlu melakukan evaluasi program pencegahan COVID-19. Hal ini dilakukan guna untuk memperbaiki prosedur program serta mengetahui update perkembangan terbaru terkait situasi COVID-19.

"Kita juga harus melakukan evaluasi, apakah sudah sesuai, adakah kekurangan. Dan tentu jangan lupa kita harus melakukan update perkembangan terbaru. Karena COVID-19 ini merupakan penyakit baru, tentu perkembangannya sangat pesat, selalu ada yang baru yang perlu kita pelajari," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal Fungsi Vaksin di Masa Pandemi Corona dari Dokter Reisa"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/up)