Rabu, 14 Okt 2020 17:52 WIB

Pada Lansia, Infeksi Virus Corona COVID-19 Bisa Picu Perubahan Perilaku

Firdaus Anwar - detikHealth
lansia Infeksi Corona bisa timbulkan perubahan perilaku pada lansia. (Foto ilustrasi: Shutterstock)
Jakarta -

Infeksi virus Corona COVID-19 bisa berbeda pada kelompok lansia. Selain tingkat kematian yang lebih tinggi dari kelompok usia lain, infeksi Corona pada lansia juga sering tidak menunjukkan gejala-gejala yang umum.

Dr dr C. H. Soejono, SpPD, KGer, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjelaskan gejala Corona yang lebih sering muncul pada lansia adalah hilangnya nafsu makan, hingga perubahan perilaku dan kesadaran. Tidak ada gejala yang spesifik sehingga ini bisa jadi tantangan tersendiri bagi tenaga medis.

"Kalau kita kenal selama ini gejala COVID itu ada sakit tenggorokan, demam, batuk, kemudian kalau berat bisa sesak. Nah pada kelompok usia lanjut ini sayangnya gejala itu sering kali tidak muncul," kata dr Soejono dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB pada Rabu (14/9/2020).

Perubahan perilaku ini kadang terjadi pada lansia yang disertai kondisi pikun. Ini kemungkinan terjadi karena infeksi virus mempengaruhi proses pikir.

"Yang tadinya pasien tenang bisa menjadi agresif misalnya. Yang tadinya bisa dengan mudah diikutkan dalam rutinitas keseharian tiba-tiba sering menolak. Mondar-mandir ke sana ke mari tidak mau mengikuti rutinitas yang sudah ia kerjakan selama ini," kata dr soejono.

"Jadi adanya perubahan-perubahan seperti itu harus menjadikan kita yang di sekitarnya menjadi lebih sensitif. Jangan-jangan ada sesuatu kondisi penyakit berat akut di belakang perubahan perilaku itu. Apapun perubahan perilaku itu," pesannya.



Simak Video "Covid-19 Bisa Sebabkan Myasthenia Gravis, Apa Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)