Kamis, 15 Okt 2020 10:21 WIB

Tangkal Wabah Berbahaya, Vaksin Harus Lolos Standar Keamanan

Faidah Umu Safuroh - detikHealth
cubes with message VACCINATION and with syringe, face masks and pills on wooden background. (123rf/ fotogestoeber ) Foto: Istimewa
Jakarta -

Dokter spesialis anak dari Yayasan Orangtua Peduli Windhi Kresnawati mengatakan hanya penyakit yang tergolong berbahaya saja yang dibuatkan vaksin. Hal ini karena proses pembuatan vaksin mulai dari meneliti hingga akhirnya diproduksi itu mahal dan panjang.

Dalam webinar Cek Fakta Seputar Mitos Vaksin yang digelar Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Windhi memastikan semua vaksin yang sudah beredar dan disuntikkan kepada masyarakat itu telah melalui tahap penelitian yang penuh kehati-hatian dan sudah lolos standar keamanan yang ketat.

Ia pun memperlihatkan gambaran proses pembuatan vaksin, misalnya sebelum dilakukan uji manusia, calon vaksin diujikan pada benda mati di laboratorium dan hewan.

"Apakah nanti ada bahaya kalau vaksin keluar? Kalau dilihat dari proses pembentukkannya, keamanan menjadi syarat wajib vaksin. KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) belum tentu berhubungan dengan vaksin. Kalau dia berat maka vaksin tidak akan dilaunching. Karena artinya dia (vaksin) tidak efektif," kata Windhi dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2020).

Setelah diedarkan, vaksin pun tetap dipantau dengan ketat. Misalnya terkait aturan pembatasan usia.

"Umur berapa saja bisa diimunisasi. Misalnya seperti Difteri Pertusis usia 6 minggu. Setelah dijawab setelah riset keluar. apakah aman, kalau sudah di-launching sudah dijamin karena keamanan diteliti dalam lab," ucapnya.

Jadi tidak heran hanya penyakit yang berbahaya saja baru dicarikan vaksinnya. Tujuannya supaya benar-benar ampuh membangun kekebalan tubuh.

"Vaksinasi dilakukan untuk memunculkan kekebalan tubuh terhadap penyakit mematikan," kata dia.

Menurutnya, kekebalan individu penting karena bisa mendorong terwujudnya kekebalan kelompok (herd immunity). Bila kekebalan kelompok terbentuk, imbuhnya, penyakit berbahaya dengan sendirinya tertangkal. Semakin banyak individu yang kebal, akan terbentuklah kekebalan kelompok (herd immunity).



Simak Video "Harga Vaksin COVID-19 Moderna Berkisar Rp 350 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/up)