Jumat, 16 Okt 2020 17:10 WIB

Struktur Virus Corona: Cara Hidup, Gejala Terinfeksi, Klasifikasi

Rosmha Widiyani - detikHealth
Sars-CoV-19 test tube in purple protective glove, virus illustration on computer screen in background Foto: Getty Images/iStockphoto/PS3000/Struktur Virus Corona: Cara Hidup, Gejala Terinfeksi, Klasifikasi
Jakarta -

Pandemi COVID-19 masih menjadi ancaman bagi sebagian besar wilayah di dunia. Struktur virus Corona pada COVID-19 hampir sama dengan yang mengakibatkan SARS.

Namun, struktur virus Corona penyebab COVID-19 lebih mudah menyebar dan menginfeksi orang-orang di lingkungan sekitar. Karena itu menghadapi COVID-19 wajib menggunakan masker dan rajin cuci tangan.

Saat ini, riset untuk mendapatkan obat dan vaksin untuk menghadapi COVID-19 terus dilakukan di seluruh dunia. Riset menggunakan pengetahuan struktur virus Corona untuk mengetahui perilaku serta solusi yang aman, efektif, dan efisien.

Berikut sekilas struktur virus Corona terdiri atas cara hidup, gejala terinfeksi, dan klasifikasi

A. Cara hidup virus Corona

Dikutip dari situs Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, virus adalah materi genetik yang diselubungi lapisan protein atau capsid. Cara hidup virus Corona, seperti virus lain, adalah menempel pada sel inang.

Virus mengandalkan metabolisme inang untuk memenuhi kebutuhan dan memperbanyak diri, hingga mengambil alih kehidupan induk. Dengan cara hidup ini, struktur virus Corona tidak bisa dikategorikan sebagai makhluk hidup.

B. Struktur virus Corona

Struktur virus berukuran sangat kecil dan bersifat parasit intraseluler obligat atau menempel pada inang. Virus memiliki materi genetik RNA atau DNA untuk memperbanyak diri.

Materi genetik sangat penting bagi virus sehingga terlindung dalam lapisan protein atau capsid. Dikutip dari situs Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, struktur virus Corona berbentuk bola dengan ukuran besar.

Beberapa jenis virus Corona bersifat pleomorfik dengan kecenderungan bulat. Diameter rata-rata partikel adalah 125 nm dengan struktur virus Corona yang khas berupa amplop dan tonjolan seperti paku.

Amplop pada struktur virus Corona adalah lapisan lipid ganda yang terdiri atas protein penyusun membran (M), envelope (E), dan spike (S). Protein E dan M sangat penting dalam membentuk selubung dan mempertahankan struktur virus Corona.

Struktur virus Corona rata-rata memiliki 74 S di permukaannya. Sedangkan dalam amplop, tersimpan protein nukleokapsid (N) yang melindungi informasi genetik RNA virus. Amplop, M, dan N melindungi virus Corona saat berada di luar inang.

C. Klasifikasi virus Corona

Saat ini ada empat subkelompok utama virus Corona di lingkungan yaitu alfa, beta, gamma, dan delta. Selain itu, ada tujuh tipe virus corona yang dapat menginfeksi manusia.

Tujuh tipe klasifikasi virus Corona yang bisa menginfeksi manusia adalah:

1. 229E (alpha coronavirus)

2. NL63 (alpha coronavirus)

3. OC43 (beta coronavirus)

4. HKU1 (beta coronavirus)

5. MERS-CoV (beta coronavirus yang menyebabkan Sindrom Pernafasan di Timur Tengah, atau MERS)

6. SARS-CoV (beta coronavirus yang menyebabkan Sindrom Pernafasan Akut Parah, atau SARS)

7. SARS-CoV-2 (CoV baru atau COVID-19). Nama SARS-CoV-2 diberikan untuk mengidentifikasikan famili virus.

D. Gejala terinfeksi struktur virus Corona

Dikutip dari situs Farmasi UGM, struktur virus Corona menginfeksi sel inang memanfaatkan enzim Angiotensin Converting Enzyme 2 (ACE2). Protein S pada virus Corona berikatan dengan ACE 2 yang ditemukan di paru-paru, arteri, jantung, ginjal, dan usus.

Tonjolan seperti paku pada virus Corona cukup efektif mengenali ACE 2 bila mempertimbangkan mudahnya COVID-19 menyerang antar manusia. Enzim ACE 2 terekspresikan hingga 83 persen di sel epitel alveolus tipe II yang ada di paru. Hasil ini menjawab penyebab virus corona lebih banyak menyerang dan ditemukan di paru.

Tingginya ekspresi ACE 2 juga menjadi jawaban virus Corona ditemukan di saluran pencernaan. Tidak heran jika gejala terinfeksi struktur virus Corona beragam mulai dari mirip flu hingga diare.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pal)