Senin, 19 Okt 2020 13:29 WIB

Jokowi Berharap Informasi Soal Vaksinasi COVID-19 Tidak Dipelintir

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Presiden Joko Widodo merapikan masker yang digunakannya saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww. Presiden Jokowi (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo meminta jajarannya agar tidak terburu-buru dalam menyampaikan informasi terkait vaksin COVID-19. Ia berharap agar komunikasi publik perihal vaksinasi disiapkan secara matang agar tidak terjadi misinformasi kepada masyarakat.

"Proses komunikasi publik ini yang harus disiapkan betul-betul. Siapa yang gratis, siapa yang mandiri, dijelasin betul-betul secara detail. Jangan sampai dihantam oleh isu, dipelintir, kejadiannya masyarakat demo lagi," tegas Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2020).

Dalam kesempatan tersebut Jokowi juga menyinggung soal implementasi vaksinasi COVID-19 mulai dari halal-haram, harga, kualitas, hingga distribusi vaksinnya. Semua hal terkait vaksinasi COVID-19 menurutnya harus siap karena vaksinasi bukan perkara mudah.

"Jangan menganggap enteng, ini bukan perkara mudah," ujar Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan perkiraan jumlah vaksin AstraZeneca yang akan diterima Indonesia pada bulan April 2021 mendatang. Jumlah total vaksin yang akan didapatkan mencapai 100 juta dosis, dan akan diberikan sekitar 11 juta dosis tiap bulannya.



Simak Video "Sederet Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer yang Uji Klinisnya Sudah Rampung"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)