Selasa, 20 Okt 2020 10:35 WIB

Seberapa Cepat Vaksin Dapat Bereaksi Pada Tubuh? Ini Jawabannya

Angga Laraspati - detikHealth
Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito Foto: detikcom
Jakarta -

Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan setiap penyakit memiliki karakteristiknya masing-masing, entah itu virus maupun bakteri. Sehingga bila penyakit tersebut dibuatkan vaksin, reaksinya ke tubuhnya pun juga akan bervariasi, karena vaksin bergantung dengan interaksi antara penyakit dengan antibodi individu.

"Jadi ada yang pendek waktunya, ada yang panjang sekali sampai puluhan tahun," imbuh Prof Wiku dalam talkshow yang disiarkan langsung di YouTube BNPB, Senin (19/10/2020).

Lebih lanjut, Prof Wiku menambahkan khusus untuk vaksin COVID-19 saat ini masih dilakukan uji klinis terkait waktu yang dibutuhkan untuk memberikan reaksinya bagi tubuh. Dari hasil uji tersebut, nantinya diharapkan masyarakat dapat menimbulkan imunitas bagi tubuhnya sehingga dapat terhindar dari virus COVID-19.

"Maka nanti akan terasa secara kolektif di data dan nanti bahwa kasusnya (COVID-19) makin lama makin turun, karena timbul proteksinya. Jadi virusnya mau menyerang tak bisa lagi karena masyarakatnya sudah terlindungi," tutur Prof Wiku.

Di lain pihak, Corporate Secretary Biofarma Bambang Heriyanto memaparkan progress saat ini dari vaksin yang diproduksi oleh Biofarma sedang dilakukan uji klinis bersama Universitas Padjadjaran dan sudah masuk ke dalam tahap ketiga.

"Mudah-mudahan ini akan selesai di akhir bulan atau awal Januari 2021, sehingga laporan untuk uji klinis bisa digunakan untuk mendapatkan emergency use authorization dari regulator yaitu BPOM," tutur Bambang.

Ia pun juga membeberkan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan kapasitas vaksin COVID-19 sebanyak 250 juta dosis per tahunnya yang diperoleh dalam bentuk bulk dan Sinovac. Presiden Joko Widodo pun sangat mengapresiasi hal tersebut dengan mengatakan ternyata Indonesia punya kemampuan untuk melakukan produksi vaksin.

"Pak Presiden Joko Widodo pun juga optimis dengan melihat dari kompetensi, kemampuan, dan fasilitas bahwa kita nanti juga akan bisa memproduksi (vaksin) sendiri," pungkasnya.

Guna mencegah penyebaran COVID-19, masyarakat juga diimbau selalu #IngatPesanIbu seperti halnya yang dikampanyekan Satgas COVID-19, yakni dengan menerapkan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak). #pakaimasker #cucitangan #jagajarak



Simak Video "Sederet Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer yang Uji Klinisnya Sudah Rampung"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)