Rabu, 21 Okt 2020 08:45 WIB

Kisah Pria Meninggal Dunia Usai Alami Efek Jangka Panjang COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Foto: iStock
Jakarta -

Seorang pria asal Inggris meninggal dunia setelah mengalami efek jangka panjang akibat COVID-19. Ia meninggal dua bulan setelah keluar dari rumah sakit.

Pria bernama Roehl Ribaya dirawat lebih dari sebulan di Rumah Sakit Victoria Blackpool, akibat infeksi virus Corona. Ia mendapat perawatan yang intensif dan ventilator untuk membantunya bernapas.

Setelah dirawat, pria berusia 47 tahun ini dinyatakan sembuh dari virus Corona dan dipindahkan ke bangsal perawatan. Hingga pada akhirnya, 14 Agustus 2020 lalu, Ribaya diperbolehkan pulang.

Namun, setelah kembali ke rumah kondisi Ribaya tidak kunjung pulih. Istrinya, Stella Ricio Ribaya mengatakan suaminya terus mengalami sesak napas.

"Dia tidak pernah sembuh. Dia merasakan sangat sesak sepanjang waktu," ungkapnya yang dikutip dari New York Post, Rabu (21/10/2020).

Ribaya terus merasakan masalah pada pernapasannya, bahkan sulit saat menaiki tangga. Sampai pada 13 Oktober, ia kembali dibawa ke rumah sakit dan koma selama dua hari karena serangan jantung hingga akhirnya meninggal.

Istrinya mengatakan bahwa Ribaya meninggal akibat serangan jantung dan fibrosis pada paru-parunya pasca terinfeksi virus Corona. Ini membuat kondisi jaringan paru-parunya rusak dan sulit untuk bernapas.

"Itu (efek jangka panjang) COVID-19 yang lama, sehingga ia meninggal begitu cepat," kata istrinya.



Simak Video "Cara Mudah Bantu 'Memulihkan' Dunia dari Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)