Kamis, 22 Okt 2020 13:50 WIB

IDI Surati Menkes Terawan, Minta Vaksinasi COVID-19 Tak Tergesa-gesa

Ayunda Septiani - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Ilustrasi vaksin Corona. (Foto ilustrasi: iStock)


3. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memang memperkenankan pembuatan dan penyediaan obat atau vaksin dalam situasi pandemi COVID-19 melalui proses emergency use authorization (EUA) oleh lembaga yang memiliki otoritas. Dalam hal ini, di Indonesia yang memiliki otoritas tersebut adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dalam melakukan atau menentukan hal ini, PB.IDI amat meyakini bahwa BPOM tentu juga akan memperhatikan keamanan, efektivitas dan imunogenitas suatu vaksin, termasuk bila terpaksa menggunakan skema EUA.

4. PB IDI menyebut mengenai vaksinasi perlu untuk mempertimbangkan rekomendasi dari Technical Advisory Group for Immunization (ITAGI) dan Strategic Advisory Group of Experts on Immunization of The World Health Organization (SAGE WHO).

5. IDI menyatakan bahwa pelaksanaan program vaksinasi memerlukan persiapan yang baik dan komprehensif, termasuk penyusunan pedoman-pedoman terkait vaksinasi oleh perhimpunan profesi, pelatihan petugas vaksin, sosialisasi bagi seluruh masyarakat, dan membangun jejaring untuk penanganan efek samping imunisasi.

Keamanan dan efektivitas adalah hal yang utama selain juga kita semua ingin agar program ini berjalan lancar. PB IDI berharap agar program vaksinasi ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Begini Cara Aman Menyusui Bayi dari Ibu yang Positif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)