Kamis, 22 Okt 2020 17:31 WIB

Ahli: Vaksin Tidak Diuji untuk Tekan Angka Kematian Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Salah satu ahli kesehatan masyarakat terkemuka mengatakan uji coba vaksin COVID-19 saat ini tidak dirancang untuk membantu mengurangi angka kematian pasien yang rentan.

Pakar sekaligus asisten profesor penelitian layanan kesehatan farmasi di Sekolah Farmasi Universitas Maryland, Peter Doshi, mengatakan uji coba vaksin COVID-19 yang sedang dilakukan saat ini hanya dilakukan untuk mengevaluasi kasus ringan.

"Tidak ada uji coba vaksin yang dirancang untuk mendeteksi penurunan signifikan pasien rumah sakit, yang mendapatkan perawatan intensif, atau kematian," tulis Doshi dalam jurnal medis BMJ, yang dikutip dari CNA News, Kamis (22/10/2020).

"Studi ini tampaknya dirancang untuk menjawab pertanyaan termudah dalam waktu yang singkat, bukan pertanyaan yang paling relevan secara klinis," lanjutnya.

Doshi mengatakan, ini mungkin bergantung pada jumlah orang yang terlibat di dalam uji coba. Menurutnya, uji coba ini menunjukkan bahwa sebagian besar infeksi COVID-19 yang dikonfirmasi terdiri dari gejala ringan atau tanpa gejala.

Jika ada, mungkin hanya sedikit dari uji coba ini yang dirancang untuk mencari tahu apakah ini bisa bermanfaat pada lansia atau orang-orang yang berisiko.

Menurut Doshi, jika relawan yang rentan dan berusia lanjut tidak dilibatkan ke dalam uji coba, hanya akan mendapatkan sedikit bukti dasar soal vaksin tersebut. Bahkan manfaat dari vaksin itu pun akan diragukan lagi untuk mengurangi angka perawatan dan kematian.

Banyaknya orang yang dikecualikan dari uji coba ini mungkin akan membuat vaksin tidak bisa memahami bagaimana COVID-19 ini berkembang dengan cara yang berbeda di antara individu.

"Setelah vaksinasi influenza yang secara rutin direkomendasikan untuk orang yang berusia 65 tahun atau lebih di Amerika Serikat, kami masih belum tahu apakah vaksinasi itu berhasil menurunkan angka kematian,"

"Tanpa adanya bukti uji coba acak yang pasti, perdebatan akan terus berlanjut. Kecuali, jika kita bertindak sekarang, kita berisiko mengulangi keadaan yang menyedihkan ini dengan vaksin COVID-19."

Di tengah banyak negara yang berharap vaksin segera tersedia, Doshi hanya berharap dan menunggu bahwa mereka bisa mengakhiri pandemi.



Simak Video "Inilah Sumber Penularan Virus Covid-19 ke Kelompok Rentan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)