Jumat, 23 Okt 2020 06:30 WIB

Round Up

Dipastikan Tak Terkait Vaksin Flu, 13 Warga Korsel Meninggal Usai Suntik

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Female doctor holding a syringe Ilustrasi vaksin flu (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Pada Rabu (21/10/2020), pejabat kesehatan Korea Selatan melaporkan lima kematian warganya usai menjalani suntik vaksin flu. Pemerintah setempat telah memastikan tidak ada kaitan antara kematian dengan suntikan flu dan tidak akan menangguhkan program vaksinasi.

Total warga yang dilaporkan meninggal usai suntik sampai hari ini mencapai 13 orang.

Sejak awal kasus ini muncul, pihak berwenang merasa hal ini tidak ada hubungannya dengan efek vaksin yang diberikan. Korban yang meninggal ini meliputi seorang anak laki-laki berusia 17 tahun dan pria yang usianya 70 tahun.

"Ini membuat kami sulit untuk mengeluarkan pernyataan kategoris," kata Wakil Menteri Kesehatan Kim Gang-lip yang dikutip dari Reuters beberapa waktu lalu.

Sampai akhirnya Otoritas Korea Selatan mengatakan bahwa kematian warga tersebut tidak ada kaitan langsung dengan vaksinasi influenza. Pihak Korsel pun memastikan tidak akan menangguhkan program vaksinasi flu ini untuk 19 juta orang secara gratis usai adanya laporan kematian tersebut.

"Tidak ada zat beracun yang ditemukan dalam vaksin, dan setidaknya lima dari enam orang yang diselidiki memiliki kondisi yang lebih dulu ada," jelas para pejabat.

Sebelumnya, para pejabat setempat telah melaporkan sembilan kematian setelah vaksinasi flu di kantor. Kemudian pada Kamis (22/10/2020) ini, kembali dilaporkan empat kematian lainnya.

Program tersebut ditangguhkan selama tiga minggu setelah ditemukan bahwa sekitar 5 juta dosis, yang perlu disimpan di lemari es, telah terpapar pada suhu kamar saat diangkut ke fasilitas medis.



Simak Video "Harga Vaksin COVID-19 Moderna Berkisar Rp 350 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)