Jumat, 23 Okt 2020 07:00 WIB

Dinkes Boyolali 'Ternak' Nyamuk Wolbachia di Tengah Ancaman DBD

Ragil Ajiyanto - detikHealth
Warga melakukan pengasapan di Kampung Gandaria, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta, Rabu (23/9/2020). Pengasapan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat ini dilakukan guna mencegah demam berdarah. Ilustrasi fogging untuk mengatasi demam berdarah dengue (Foto: Agung Pambudhy)

Bahkan, lanjut Lina, bisa memberantas penyakit demam berdarah. Karena kalau nyamuk-nyamuk itu dilepas di tempat-tempat umum atau tempat-tempat perindukan nyamuk, dia akan kawin dengan nyamuk lokal yang belum mengandung bakteri wolbachia.

"Dengan perkawinan tersebut akhirnya nyamuk-nyamuk yang berada di lingkungan tersebut ini menjadi nyamuk yang mengandung bakteri sehingga lama-lama nyamuk-nyamuk yang ada disitu tidak menjadi sumber penularan DBD lagi," tambah dia.

"Hari ini kita sedang menghadirkan nara sumber dari World Mosquito Program, hari ini kita adalah sosialisasi untuk seluruh pejabat struktural dan juga kepala Puskesmas yang mempunyai desa endemis. Sehingga nanti tahun 2021 program Dinkes untuk pemberantasan DBD di Boyolali kita tambah satu lagi yaitu dengan program ternak lemut (nyamuk)," sambungnya.

Untuk pelaksanaan program yang merupakan inovasi baru ini, pihaknya harus melibatkan masyarakat untuk bersedia dan mau menernakkan nyamuk. Hal ini pun perlu pendekatan dan pembimbingan, sehingga keberhasilan program ini pun juga harus dievaluasi kurang lebih selama tiga tahun.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Memahami Perbedaan Demam Dengue dengan DBD"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)