Sabtu, 24 Okt 2020 18:00 WIB

Norovirus Ditemukan di Indonesia, Ini Gejala dan Cara Penyebarannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Otoritas kota Beijing, China kini mampu melakukan pemeriksaan virus Corona (COVID-19) terhadap nyaris 1 juta orang setiap harinya. Norovirus yang mewabah di China. (Foto ilustrasi: Getty Images)

Bagaimana cara penularannya?

Norovirus bisa menular melalui makanan yang terkontaminasi virus atau food borne. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan COVID-19 yang bisa menular lewan paparan droplet yang keluar dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi.

dr Amanda mengatakan, virus norovirus ini ternyata bisa tahan di suhu yang panas dan juga dingin. Bahkan norovirus bisa tahan sampai suhu 60 derajat celsius.

"Jadi dia (norovirus) itu sampai 60 derajat celsius itu masih bisa bertahan, di atas itu kalau mendidih 100 (derajat celsius) harusnya bisa inactive virusnya," kata dr Amanda.

"Virus ini memang dia cukup tahan di udara dingin dan agak panas juga, karena menularnya kan lewat cairan-cairan, daun-daun hijau," lanjutnya.

Mengutip dari WebMD, virus norovirus ini bisa menular pada orang lain sampai delapan minggu. Infeksi akibat virus ini juga bisa berkurang dari waktu ke waktu, hingga akhirnya hilang dalam waktu 1-3 hari.

Jika gejala sudah menghilang, orang yang terinfeksi bisa dinyatakan sembuh dari norovirus ini.

Bagaimana cara mencegahnya?

dr Amanda menyarankan untuk selalu menjaga kebersihan, seperti rutin mencuci tangan dengan air mengalir, menjaga kebersihan lingkungan, dan memperhatikan kebersihan makanan.

"Membersihkan lingkungan, seperti WC-nya habis dia buang air besar, meja makan, atau apa itu sebaiknya yang pakai klorin, karena memang dia resisten kalau misalnya dia hanya pakai alkohol," jelasnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(sao/naf)