Minggu, 25 Okt 2020 15:09 WIB

Pengalaman Mengidap COVID-19, Sebulan Lebih Hadapi Beragam Gejala

Tim detikHealth - detikHealth
Sars-CoV-19 test tube in purple protective glove, virus illustration on computer screen in background Pengalaman terinfeksi virus Corona dan hadapi Long COVID. (Foto: Getty Images/iStockphoto/PS3000)

'Sembuh'

Setelah hampir tiga minggu isolasi mandiri, dokter puskesmas memberitahu saya selesai menjalani masa pemantauan. Saya diberikan surat keterangan yang menyatakan saya bisa kembali beraktivitas seperti biasa per tanggal 6 Oktober 2020.

Saya berasumsi surat tersebut jadi tanda bahwa saya sudah dianggap pasien sembuh. Melihat peraturan yang ada, memang kini pasien sembuh tidak lagi dilihat berdasarkan hasil tes swab negatif, melainkan berdasarkan jumlah hari setelah kemunculan gejala Corona.

"Dok saya tapi ini kadang masih muncul gejala-gejalanya. Apa memang seperti itu?" ingat saya bertanya pada dokter puskesmas saat menerima surat karena ada keraguan apakah sudah benar-benar sembuh.

Saat itu dokter puskesmas menjawab memang ada pasien yang bisa merasakan gejala bahkan setelah lebih dari dua minggu sejak pertama kali terinfeksi. Ia menyarankan saya agar tetap beristirahat di rumah, berjemur, dan mengonsumsi multivitamin untuk berjaga-jaga.


Tes masih positif

Pada tanggal 13 Oktober saya mendapat kesempatan untuk kembali menjalani tes PCR. Kondisi saya masih sama seperti sebelumnya dengan gejala seperti batuk, pilek, sakit kepala, sakit perut, nyeri otot, dan rasa lelah yang datang secara acak.

Hasilnya, tes ternyata masih menemukan jejak virus di dalam tubuh saya.

Seorang dokter, vaksinolog, menilai kemungkinan saya menghadapi fenomena 'Long COVID'. Lewat pesan di WhatsApp ia menyarankan agar saya melakukan kontrol cek kesehatan rutin.

"Yang jelas udah enggak menular kalau sudah satu bulan, walaupun swab masih positif," ujarnya.

Sekarang saya masih menunggu kapan gejala-gejala ini perlahan mereda sampai benar-benar hilang.

Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua


Simak Video "Daftar Negara yang Larang Masuk Penerbangan dari Afrika"
[Gambas:Video 20detik]

(fds/up)