Minggu, 25 Okt 2020 20:01 WIB

Terpopuler: Gejala COVID-19 Ini Paling Sering Dirasakan Pasien Corona di DKI

Ayunda Septiani - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Virus Corona COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Masing-masing orang memiliki respons yang berbeda terhadap infeksi COVID-19. Beberapa mengeluhkan gejala ringan, berat, bahkan ada yang tak bergejala sama sekali.

Analisis yang dilakukan oleh Bappenas dan tim epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) mengenai Pemodelan Epidemi COVID-19 menemukan beberapa gejala yang kerap dialami oleh pasien COVID-19 di DKI Jakarta. Temuan ini diharapkan bisa menjadi acuan untuk kondisi di Indonesia.

"COVID-19 itu bukan flu, bukan ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), jadi gejalanya sangat bervariasi bahkan sebagian besar tidak bergejala," ujar ahli epidemiologi FKM UI Pandu Riono dalam webinar Bappenas di kanal Youtube, Jumat (23/10/2020).

Berikut beberapa gejala yang kerap dirasakan pasien COVID-19 di DKI:

  1. Batuk: 3.512 kasus
  2. Demam: 2.680 kasus
  3. Malaise atau tidak enak badan: 2.036 kasus
  4. Pneumonia: 1.765 kasus
  5. Sesak napas: 1.657 kasus
  6. Sakit kepala: 1.483 kasus
  7. Flu: 1.412 kasus
  8. Mual-muntah: 1.356 kasus
  9. Sakit tenggorokan: 1.314 kasus
  10. Nyeri otot: 1.007 kasus
  11. Sakit perut: 631 kasus
  12. Menggigil: 615 kasus
  13. Diare: 480 kasus

Selain itu disebutkan oleh Pandu, gejala virus Corona COVID-19 yang dialami pasien bisa beragam. Ada yang hanya mengidap satu gejala saja tapi tidak menutup kemungkinan yang lainnya bisa mengalami beberapa gejala sekaligus.

Dalam pemaparan tersebut diperlihatkan juga pasien COVID-19 yang meninggal dunia kebanyakan mengalami sesak napas atau sekitar 22,1 persen dari jumlah pasien yang mengeluhkan gejala tersebut.

"Paling tinggi pneumonia dan sesak yang mendorong orang harus dirawat di rumah sakit dan masuk ICU untuk mendapat bantuan napas dengan ventilator," tambahnya.

Mengetahui gejala yang dialami saat terinfeksi virus Corona COVID-19 sangat membantu untuk menurunkan angka kematian. Terlebih kasus bergejala lebih berisiko untuk kematian daripada tidak bergejala.



Simak Video "Yang Harus Dilakukan Jika Tak Bisa Cium Bau Seperti Gejala Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)