Senin, 26 Okt 2020 10:59 WIB

Rapid Test GeNose UGM Diklaim Efektif Deteksi Virus 97% Lewat Napas

Yudistira Imandiar - detikHealth
Menteri Riset dan Teknologi Indonesia Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Indonesia, Bambang Brodjonegoro memberikan keterangan kepada wartawan mengenai pengembangan vaksin terapi dan inovasi covid-19 di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2020. Foto: BNPB
Jakarta -

Konsorsium riset inovasi yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi/badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) telah menghasilkan sejumlah inovasi untuk penanganan COVID-19. Inovasi yang telah dihasilkan tersebut, antara lain rapid diagnostic test, polymerase chain reaction (PCR) test kit, dan ventilator.

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan konsorsium yang dinaungi orang-orang dari unsur perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, industri swasta, BUMN, serta berbagai unsur pemerintah itu juga tengah mendalami riset Vaksin Merah Putih.

Bambang menerangkan alat tes cepat (rapid test) COVID-19 yang dinamai GeNose hasil inovasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta telah diproduksi. Alat tersebut dapat mendeteksi virus Corona lewat hembusan napas. Bambang menyebut GeNose memiliki tingkat akurasi hingga 97 persen mendekati hasil tes PCR yang menjadi gold standard pengetesan COVID-19. Kelebihan lainnya, biaya pengetesan dengan GeNose lebih murah.

"Rapid test atau tes cepat berbasis antibodi produksinya sudah mencapai 350 ribu unit per bulan. Diperkirakan dalam beberapa bulan mendatang jumlahnya bertambah mencapai satu juta unit per bulan," jelas Bambang dikutip dari situs covid19.go.id, Senin (26/10/2020).

Sementara itu, alat rapid test berbasis antigen atau rapid swab test dengan teknologi RT Lamp yang dikembangkan oleh LIPI diupayakan selesai pada akhir 2020.

Bambang menambahkan produk inovasi lain yang telah diproduksi yaitu PCR test kit hasil kerja sama dengan PT Bio Farma. Ia mengatakan produksinya sudah mencapai satu setengah juta unit per bulan.

Selain itu, lanjut Bambang, ada pula produk inovasi Mobile Lab BSL 2. Alat tersebut kini dalam tahap modifikasi agar tidak hanya berbentuk kontainer. Alat tersebut membantu meningkatkan jumlah testing di berbagai daerah yang mengalami lonjakan kasus dan sudah dipakai di beberapa rumah sakit.

Sementara itu, produk ventilator sudah diproduksi oleh industri, dan telah dipakai di berbagai rumah sakit di Indonesia. Produk ini mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan.



Simak Video "Rapid Test Antigen Berlaku 14 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)