Senin, 26 Okt 2020 11:53 WIB

Deretan Kepala Negara yang Kena COVID-19, Donald Trump hingga Boris Johnson

Ayunda Septiani - detikHealth
US President Donald Trump announces that Sudan will normalize relations with Israel at the White House in Washington, DC, on October 23, 2020. - Sudan and Israel have agreed to the normalization of relations -- another major step toward building peace in the Middle East with another nation joining the Abraham Accords, Trump said. (Photo by ALEX EDELMAN / AFP) Deretan kepala negara yang kena Corona. (Foto: AFP/ALEX EDELMAN)
Jakarta -

Kasus penularan virus Corona COVID-19 di dunia masih belum menunjukkan penurunan angka infeksi. Total hingga hari ini, virus Corona sudah menginfeksi lebih dari 42 juta jiwa di dunia, 1 juta diantaranya meninggal, dan sembuh 31 juta jiwa.

Virus Corona bisa menyerang siapa saja termasuk para pejabat seperti kepala negara. Setidaknya ada enam kepala negara yang dinyatakan positif COVID-19.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut deretan kepala negara yang terinfeksi virus Corona COVID-19.

1. Presiden Polandia Andrzej Duda

Presiden Polandia, Andrzej Duda, dinyatakan positif terinfeksi virus Corona pada Sabtu (24/10/2020), ketika negara tersebut sedang mengalami peningkatan drastis kasus COVID-19.

"Sesuai rekomendasi, Presiden Andrzej Duda menjalani tes virus Corona kemarin. Hasilnya ternyata positif. Namun, presiden baik-baik saja," ujar Menteri Sekretaris Kepresidenan Polandia, Blazej Spychalski, melalui akun Twitter.


2. Presiden AS Donald Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump juga sempat dinyatakan terinfeksi virus Corona. Hal ini diungkapkan Trump melalui akun Twitter resmi awal Oktober.

"Malam ini, @FLOTUS dan saya dinyatakan positif COVID-19. Kami akan segera memulai proses karantina dan pemulihan. Kami akan melewati ini BERSAMA!," cuit Trump, Jumat (2/10/2020).

Sebelumnya, diketahui bahwa Trump dan Melania dikabarkan akan menjalani karantina setelah seorang penasehat kepresidenan yang dekat dengannya, Hope Hick, dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

3. Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, menyatakan dirinya positif tertular virus Corona COVID-19.

Dikutip dari laman CNN, Selasa (7/7/2020), Bolsonaro menyampaikan langsung kabar tersebut dalam siaran langsung di televisi.

"Setiap orang tahu bahwa hal itu (virus corona) akan menulari setiap penduduk cepat atau lambat. Saya dinyatakan positif," jelas Bolsonaro.

Dalam pidato itu, Bolsonaro terlihat mengenakan masker dan meminta kepada semua orang supaya untuk sementara menjauh darinya.

"Anda tidak bisa dekat-dekat dengan saya, oke? Saran ini untuk semuanya," pungkas Bolsonaro.

4. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyatakan dirinya positif terinfeksi virus Corona COVID-19. Melalui akun Twitter miliknya, ia menuturkan dalam keadaan stabil dan hanya mengalami gejala ringan COVID-19.

Johnson menyatakan, dia dianjurkan dokter untuk periksa COVID-19 setelah mengalami demam ringan dan batuk.

"Dalam 24 jam terakhir saya mengalami gejala COVID-19 ringan dan dites positif Corona," kata Johnson pada Jumat (27/3/2020) lalu.

5. Presiden Bolivia Jeanine Anez

Presiden sementara Bolivia, Jeanine Anez dinyatakan terinfeksi virus Corona COVID-19. Hal itu diungkapkannya lewat akun Twitter resmi pada Kamis (9/7/2020).

Anez menjalani tes COVID-19 karena banyak anggota kabinet yang dinyatakan positif Corona.

"Mengingat banyak dari anggota kabinet yang dinyatakan positif virus Corona, saya juga melakukan tes dan juga positif terinfeksi," ujar Anez, seperti dikutip dari laman CNN.

6. Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borissov

Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borissov positif terinfeksi virus Corona COVID-19. Hal ini disampaikannya pada Minggu (25/10/2020).

"Setelah dua kali tes PCR, mulai hari ini saya positif COVID-19," tulis Borissov di halaman Facebook-nya. Selain itu, ia mengatakan bahwa dirinya hanya mengalami gejala ringan dan akan melakukan karantina di rumah.

Seperti dikutip dari laman Reuters, Borissov (61), mengisolasi diri pada Jumat malam setelah wakil menteri yang sempat ia temui positif terkena virus COVID-19.

Namun, otoritas kesehatan setempat mencabut karantina Perdana Menteri pada Sabtu malam setelah dua tes hasil PCR menunjukkan negatif Corona. Tes pertama dilakukan pada Jumat pagi sebelum Borisov bertemu dengan Wakil Menteri Amerika Serikat Keith Krach. Tes Corona kedua, dilakukan keesokan harinya. Tetapi pada Minggu dia dinyatakan positif terinfeksi Corona.



Simak Video "Studi Inggris: Antibodi Bisa Bertahan 6 Bulan Pasca Terinfeksi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)