Senin, 26 Okt 2020 14:15 WIB

Studi Ungkap Gejala COVID-19 yang Bisa Picu Gangguan pada Otak

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Gejala COVID-19 yang bisa picu gangguan pada otak. (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Dari sekian banyak gejala COVID-19 yang dikeluhkan pasien Corona, ada dua di antaranya yang disebut berisiko memicu gangguan pada otak. Gejala COVID-19 tersebut berkaitan dengan neurologis.

Para dokter memperingatkan hal ini bisa memicu gangguan otak bahkan mengganggu kondisi mental yang bisa berubah drastis. Studi di Inggris terkait dengan COVID-19 Symptoms App menunjukkan beberapa gejala COVID-19 tak biasa.

Data mereka menunjukkan pasien COVID-19 banyak yang mengalami delirium dan kebingungan akut. Dokter mengingatkan gejala COVID-19 ini bahkan bisa dialami pasien COVID-19 yang sebelumnya mengeluhkan gejala ringan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, komplikasi delirium pada pasien COVID-19 tengah diselidiki. Catatan studi mereka menunjukkan beberapa pasien COVID-19 menunjukkan gejala pada sistem saraf pusat.

"COVID-19 sebagian besar adalah penyakit pernapasan. Namun, beberapa kasus menunjukkan fitur lain termasuk gejala sistem saraf pusat," ujar studi dikutip dari Express UK.

"Pada orang dewasa yang lebih tua, COVID-19 mungkin muncul dengan gejala atipikal, termasuk delirium dan komplikasinya," kata para peneliti.

Siapa yang paling berisiko terkena gejala COVID-19 yang memicu gangguan pada otak?

"Orang tua berada pada risiko terbesar dari COVID-19 dan jika terinfeksi, mereka mungkin mengalami delirium," jelas studi tersebut.

Tanda-tanda pasien COVID-19 mengalami delirium

- Sering berkeringat
- Perubahan akut pada kondisi mental dan perilaku
- Mengalami kebingungan parah dan berkurangnya kesadaran pada lingkungan sekitar

Kaitan pasien COVID-19 dengan delirium

"Tepat pada awal pandemi, kami melihat bahwa pasien dengan virus Corona datang dengan mengalami kebingungan parah dan berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar," jelas Dr Claire Steves, konsultan ahli geriatri.

"Pertanyaan besarnya adalah apakah orang dengan virus corona mengembangkan delirium karena virus tersebut memiliki efek yang sangat besar pada tubuh dan sistem kekebalan, seperti yang mungkin kita lihat pada infeksi lain, atau adakah sesuatu yang lebih spesifik dengan virus corona dan otak?" lanjutnya.

Dr Steve menduga virus SARS-CoV-2, yang menyebabkan COVID-19, dapat memasuki sel saraf di otak, mengganggunya dan menyebabkan gejala delirium.



Simak Video "Yang Harus Dilakukan Jika Tak Bisa Cium Bau Seperti Gejala Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)