Senin, 26 Okt 2020 17:45 WIB

Pakar: Vaksin Flu Sudah Lama Ada, Kasus Korsel Mungkin Kebetulan

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Ilustrasi suntik vaksin. (Foto: iStock)
Jakarta -

Sebanyak 59 warga Korea Selatan yang dilaporkan meninggal usai suntik vaksin flu. Otoritas Korsel menegaskan kematian tersebut tidak ada kaitannya dengan keamanan vaksin.

Meski begitu, kekhawatiran muncul di kalangan warga Korea Selatan terkait keamanan vaksin karena laporan kematian yang terus bertambah. Singapura baru-baru ini menangguhkan dua vaksin flu dengan alasan tindakan pencegahan. Keduanya termasuk dalam 7 merek vaksin yang dipakai di Korea Selatan.

Eks Direktur Penyakit Menular WHO South-East Asia Region, Prof dr Tjandra Yoga Aditama menilai kasus tersebut kemungkinan memang tidak saling berhubungan. Hanya saja karena terjadi berurutan, sehingga seolah saling berhubungan.

"Bisa saja ada kejadian, berurutan, contohnya ada orang suntik flu terus keluar dari klinik itu dia ketabrak mobil dan dia meninggal, kan itu peristiwanya berurutan, tapi nggak berhubungan satu sama yang lainnya," jelasnya saat dihubungi detikcom Senin (26/10/2020)

"Kalau ada orang disuntik flu, kemudian dia pada saat yang sama, dia serangan jantung, kemudian dia meninggal. Itu juga seakan-akan berhubungan, karena habis disuntik lalu meninggal. Dia disuntik atau tidak, dia akan serangan jantung juga," lanjutnya.

Menurut Prof Tjandra, vaksin flu sudah lama ada dan vaksinasi berjalan dengan aman selama bertahun-tahun. Tidak ada laporan terkait masalah keamanan vaksin flu di tahun-tahun sebelumnya.

"Vaksin flu ini kan bukan baru, sudah berjalan berapa puluh tahun. Walaupun vaksin flu ini berbeda dengan vaksin yang lain, karena vaksin flu ini setiap tahun berubah strainnya. Tapi kan vaksin flu sudah lama, jadi kalau dia punya penyakit penyerta atau gangguan, tapi sebelum-sebelumnya kok belum ada cerita begitu," pungkasnya.

Meski begitu, ia mengaku tidak bisa menjelaskan apa kemungkinan yang mendasari laporan kematian warga Korea Selatan usai suntik vaksin flu. Menunggu hasil penelitian lebih lanjut dinilai Prof Tjandra salah satu solusi aman.

"Kalau mau nunggu selama hasilnya keluar, justru jauh lebih aman," tegasnya.



Simak Video "Kasus Bunuh Diri Anak Muda di Korsel Meningkat 2 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)