Senin, 26 Okt 2020 20:06 WIB

Persiapan Libur Panjang Oktober 2020, Kenali 4 Jenis Tes Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Petugas kesehatan menegambil sample darah warga yang mengikuti rapid test di Depan Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (6/7/2020). Kejaksaan Agung menggelar tes cepat massal. Tes diikuti para pengendara ataupun pejalan kaki yang melintas kawasan tersebut dalam upaya pencegahan covid-19. Tes Corona. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Di libur panjang Oktober 2020 pekan ini, pastinya banyak orang yang ingin menghabiskannya sambil bepergian melepas penat. Tetapi, demi mencegah terjadinya penyebaran virus Corona COVID-19 semakin meluas, melakukan tes Corona sangat dianjurkan.

Ada berbagai macam tes Corona yang bisa dilakukan untuk mengecek kondisi tubuh sebelum bepergian di libur panjang Oktober 2020 ini. Ada rapid test, tes serologi, PCR, hingga TCM atau tes cepat molekuler.

Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan berbagai macam jenis tes Corona yang bisa dilakukan sebelum bepergian selama libur 2020.

1. Rapid test

Jenis tes Corona ini menggunakan sampel darah. Orang yang terinfeksi virus Corona akan membentuk antibodi yang disebut immunoglobulin yang bisa dideteksi di darah. Immunoglobulin inilah yang akan dideteksi dengan pemeriksaan rapid test.

Pemeriksaan rapid test ini bisa dilakukan di mana saja, dan membutuhkan waktu selama 15-20 menit untuk mendapat hasilnya dengan menggunakan kit.

Namun, rapid test ini juga memiliki kelemahan bisa menghasilkan 'false negative', yaitu saat hasil tes negatif meski sebenarnya positif. Ini bisa terjadi jika rapid test dilakukan kurang dari 7 hari setelah terinfeksi.

2. Tes Serologi COVID-19

Tes serologi antibodi ini untuk mendeteksi antibodi, baik Imunoglobulin M (IgM) atau Imunoglobulin G (IgG) di dalam darah. Untuk mendeteksinya, dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien dan dimasukkan ke dalam tabung darah untuk diproses di laboratorium.

Meski sama dengan rapid test, hasil yang didapatkan dari tes ini bisa reaktif dan non reaktif. Jika hasilnya reaktif, kemungkinan tubuh sudah mengandung antibodi Corona.

Antibodi reaktif ini juga tidak selalu diartikan ada virus aktif di dalam tubuh. Tetapi, bisa saja antibodi ini terdeteksi karena adanya infeksi yang terjadi di sebelumnya.

3. PCR (Polymerase Chain Reaction)

Berbeda dengan rapid test, tes Corona ini menggunakan sampel lendir yang berasal dari hidung atau tenggorokan. Area tersebut dipilih karena menjadi tempat virus untuk bereplikasi.

Virus aktif memiliki material genetik yang bisa berupa DNA maupun RNA. Pada virus Corona, material genetiknya adalah RNA yang akan diamplifikasi dengan RT-PCR hingga bisa dideteksi.

Tes Corona satu ini menjadi tes diagnosis standar di seluruh dunia, untuk mendiagnosis infeksi virus Corona. Tetapi, untuk mendapat hasil tes ini butuh waktu yang lama, karena hanya bisa dilakukan di laboratorium yang ditunjuk pemerintah.

4. TCM (tes cepat molekuler)

Jenis tes Corona TCM ini sebelumnya dikenal untuk mendiagnosis penyakit tuberkulosis (TB), berdasarkan pemeriksaan molekuler. Pemeriksaan pada TCM ini menggunakan dahak dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge.

Tes ini akan mengidentifikasi RNA pada virus Corona pada mesin yang menggunakan cartridge khusus yang bisa mendeteksi virus ini. Untuk hasilnya, TCM ini bisa menentukan seorang pasien positif atau negatif dalam waktu kurang dari dua jam.



Simak Video "Tarif Tertinggi Rapid Test Rp 150 Ribu, Sejumlah RS Kesulitan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)