Selasa, 27 Okt 2020 21:31 WIB

91 Anak di Sragen Positif COVID-19, Mayoritas Tertular Ortu

Andika Tarmy - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Virus Corona COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Sragen -

Sebanyak 91 anak di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dinyatakan positif tertular virus Corona atau COVID-19. Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 setempat menyebut mayoritas anak tersebut tertular Corona dari orang tua.

"Data kita, hingga ini total sudah ada 91 anak yang positif COVID-19. Mayoritas tertular dari orang tua," ujar Sekretaris Satgas COVID-19 Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto, ditemui detikcom di ruang kerjanya, Selasa (27/20/2020).

Tatag melanjutkan, 91 orang yang masuk kategori anak tersebut berada di rentang umur nol hingga 14 tahun. Seluruh pasien Corona anak tersebut, lanjutnya, dilakukan perawatan dengan isolasi di RS Darurat Technopark.

"Kebijakan kita memang isolasi di Technopark. Karena ini menyangkut anak ya, pasti sulit membatasi ruang mereka jika diisolasi di rumah masing-masing. Artinya kemungkinan mereka menularkan tinggi jika tidak diisolasi di Technopark," imbuhnya.

Tatag yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen ini mengatakan, ada perbedaan perlakuan terkait dengan pasien COVID-19 anak ini. Mereka tidak dicampur dengan pasien COVID-19 lain, namun ditempatkan di satu kamar dengan keluarganya.

"Biasanya tertular dari orang tuanya sehingga mereka satu keluarga kita kasih satu tempat," tukasnya.

Tatag menegaskan, dari 91 anak yang positif COVID-19 ini, 81 di antaranya sudah sembuh dan diperbolehkan pulang. Saat ini tinggal 10 anak yang dirawat di RSD Technopark, lima di antaranya berusia balita.

"Tinggal 10 (dirawat). Ada lima balita," tambahnya.

Menurut Tatag, seluruh anak yang positif COVID-19 ini merupakan pasien tanpa gejala. Tidak adanya faktor komorbid atau penyakit bawaan menjadi faktor tingginya tingkat kesembuhan.

"Semua sembuh, tidak ada yang meninggal. Itu bukti faktor komorbid memang menentukan tingkat kesembuhan," pungkasnya.



Simak Video "Dear Warga Indonesia, Yuk Lakukan 3W Agar Terhindar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)