Rabu, 28 Okt 2020 12:08 WIB

Terima Perawatan Seperti Trump, Pasien Ini Berhasil 'Pulih' dari COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Ilustrasi pasien COVID-19. (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang pasien COVID-19 bernama Melanie James merasa jauh lebih baik setelah menerima perawatan antibodi eksperimental. Perawatan ini sebelumnya diberikan pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, saat terinfeksi COVID-19.

Wanita yang tinggal di Cardiff, menerima transfusi antibodi monoklonal di Llandough University Hospital dan termasuk bagian dari uji klinis. Meski masih merasa sesak dan membutuhkan bantuan oksigen, ia merasa jauh lebih baik setelah menerima perawatan yang ditambahkan ke dalam uji klinis Randomized Evaluation of COVID-19 Therapy atau Recovery.

Dalam uji coba tersebut, para peneliti berusaha untuk menentukan keefektifan antibodi monoklonal dalam mencegah virus masuk ke sel tubuh dan mencegah mereka menjadi sakit yang lebih parah.

Saat virus masuk ke dalam tubuh, antibodi itu akan mencegah virus menempel pada sel tubuh. Tetapi, setiap orang menghasilkan jenis antibodi yang berbeda, salah satunya antibodi penetral.

Untuk mengetahuinya, para ilmuwan 'menyaring' antibodi untuk menemukan yang terbaik dan bisa menempel pada sel. Selanjutnya, antibodi itu akan digandakan di laboratorium, diproduksi dalam jumlah besar, dan diberikan pada pasien COVID-19 untuk meningkatkan respons kekebalan mereka.

"Saya mulai merasa lebih baik setelah melakukan transfusi, dan jumlah bantuan oksigen yang saya dapatkan malam itu lebih sedikit dari biasanya," kata Melanie yang dikutip dari New York Post, Rabu (28/10/2020).

"Meskipun saya masih dalam pemulihan, saya sudah merasa jauh lebih baik daripada minggu lalu," lanjutnya.

Pemimpin tim peneliti dewan kesehatan, Zoe Hilton, merasa senang karena Melanie bisa merasa lebih baik setelah menerima perawatan tersebut. Tetapi, ia menegaskan bahwa ini masih dalam tahap percobaan yang sangat awal.

Sebelumnya, saat terinfeksi COVID-19 Presiden Donald Trump menerima pengobatan berupa dexamethasone, remdesivir, hingga koktail antibodi Regeneron. Selain itu, adapun beberapa obat pendukung yang juga diberikan yaitu vitamin D, zinc, melatonin, dan aspirin.



Simak Video "Terapi Regeneron yang Dipuji-puji Trump Tuai Kritikan Dokter"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)